Infor KotaInformasi

8 September 2020: Hari Aksara Internasional ke-55, Bagaimana Dengan Tingkat Literasi Negara Kita?

280kali dibaca

Hai Bekasinians!

Pada 8 September 2020 ini, dunia internasional merayakan sebuah hari yang sangat bermakna untuk sebagian orang. Hari ini dirayakan sebagai “Hari Aksara Internasional” Beks, nah Hari Aksara Internasional itu apa sih? Kenapa harus dirayakan? Emangnya penting yah? Pertanyaan kamu bakal terjawab kalau kamu udah baca tulisan Minbek ini! Mari membaca ya Beks.

Literasi Rendah dan Buta Huruf

Gambar 1. Ketidakmampuan untuk membaca dapat menimbulkan masalah loh Beks!

Buta huruf merupakan sebuah masalah yang cukup besar di negara-negara tertentu, ketidakmampuan untuk membaca akan menghadirkan masalah dalam kehidupan sehari-sehari, bayangkan aja: Tidak bisa membaca plang toko, tidak bisa baca novel yang bagus, sulit menonton film karena gak bisa baca subtitle­-nya, dll.

Berdasarkan data dari ourworldindata.org, tercatat bahwa salah satu negara di Benua Afrika yaitu Nigeria, hanya 19% masyarakatnya yang mampu membaca. Ini jelas angka yang sangat-sangat buruk dan akan menganggu jalannya kehidupan sehari-hari. Padahal ini merupakan data di tahun 2015 yang notabene sudah masa modern, gimana pas zaman dulu ya?

Pada 8-19 September 1965, konferensi para menteri pendidikan terkait pemberantasan buta huruf diadakan. Saat itu, pemerintah Iran menyarankan UNESCO untuk memberikan penghargaan kepada individu maupun kelompok yang berjuang memberantas buta huruf di seluruh dunia.

Gambar 2. UNESCO menetapkan 8 September sebagai Hari Aksara Internasional

Pada 26 Oktober 1966 di sesi ke-14 Konferensi Umum UNESCO, akhirnya ditetapkanlah 8 September sebagai Hari Aksara Internasional. Sejak saat itu, berbagai negara memberikan penghargaan untuk dukungan dan apresiasi terhadap orang-orang yang berperan dalam memberantas tuna aksara. Seperti penghargaan The Mohammad Reza Pahlavi dan The Noma Literasi Prize.

Semenjak itu UNESCO selalu berusaha untuk meningkatkan tingkat literasi di berbagai negara-negara dunia, usaha yang dilakukan UNESCO di berbagai belahan dunia antara lain:

  • Membangun fondasi kuat untuk anak-anak melalui edukasi yang baik.
  • Menyediakan edukasi dasar yang berkualitas bagi semua anak
  • Meningkatkan kemampuan literasi bagi anak-anak dan orang dewasa yang memiliki kemampuan literasi dibawah rata-rata
  • Menciptakan lingkungan yang diisi orang-orang yang mampu membaca.

Bagaimana dengan Indonesia?

Gambar 3. Angka minat baca negara kita cukup mengkhawatirkan loh…

Menurut data UNESCO pada 2016, minat baca Indonesia… sangat rendah 😥. Tercatat kalau minat baca orang-orang Indonesia tercinta ini hanya 0,001%. Artinya dari 1.000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca. Minat baca Indonesia berada di peringkat 60, hanya satu tingkat diatas Botswana, salah satu negara di Afrika yang berada di peringkat 61.

Hal ini harus jadi bahan instrospeksi loh Beks, membaca itu bisa jadi hal yang menyenangkan kalau kamu meresapi dan menikmatinya. Jaman sekarang orang-orang memang terbiasa baca yang “gede, singkat, menarik”, yaitu baca headline beritanya doang 😂. Ini bahaya nih soalnya kamu cuma liat judul tapi gak baca isinya, siapa tau itu headlinennya clickbait aja! Kan jadi tertipu kamu Beks.

Tapi untuk urusan kemampuan membaca, Indonesia sebenarnya sudah sangat baik Beks. Menurut data dari Macrotrends.net, tingkat literasi negara kita pada 2018 adalah 95,66%. Angka ini sudah sangat bagus yang artinya mayoritas masyarakat Indonesia sudah mampu untuk membaca untuk kehidupan sehari-hari.

Nah ini jadi tugas kita bersama di Hari Aksara Internasional ini Beks, untuk terus meningkatkan minat baca kita demi meningkatkan angka minat literasi negara kita. Malu juga kan, Indonesia padahal di tingkat sekolah mata pelajarannya lumayan banyak, tapi orang-orangnya pada males baca. Membaca komik itu juga dihitung membaca loh, jadi kalau suka komik atau cerita-cerita di cerpen, dan novel silahkan membacanya.

“Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas” – Mohammad Hatta

Sampai jumpa di konten selanjutnya dari Minbek ya, dadahh!

Sumber: unesco.org, detik.com, macrotrends, ourworldindata.org

Penulis: Irza Fauzan

Editor: Nilam Baiduri

Leave a Response

Irza Fauzan
Intern Content Writer buat Bekasi Keren, suka makan burger, burger, dan burger.