Sejarah

Gedong Pakpak, Saksi Sejarah di Tengah Kota Bekasi

503kali dibaca

Hai Bekasinians!

Kalian pernah dengar tentang Gedong Pakpak? Pasti buat kebanyakan orang namanya terdengar asing ya, padahal gedung ini berada di lokasi yang terbilang cukup sering di lewati orang loh, Beks.

Berada di Jl. Ir. H. Juanda No. 100, Desa Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Gedong Pakpak memiliki luas bangunan 2500 meter persegi dengan bentuk bangunan sederhana namun tampak berbeda dengan bangunan baru disekitarnya. Sesuai dengan namanya, Gedong Pakpak dalam bahasa betawi memiliki arti bangunan beratap rata (masyarakat Bekasi menyebutnya pak-pak), hal ini jelas menggambarkan visual dari bangunan ini yang atapnya hanya di cor semen.

Gedong Pakpak di bangun pada abad ke 20 di masa kolonial Hindia-Belanda. Menurut pengamat sejarah Bekasi, Ali Anwar Gedong Pakpak dibangun tahun 1930 yang awalnya dimiliki oleh warga keturunan Tionghoa bernama Lee Ghuan Chin. Lalu saat penjajahan Jepang masuk ke Indonesia, gedung ini diserahkan secara sukarela oleh Lee Guan Chin kepada KH Noer Ali yang saat itu menjadi pemimpin pergerakan revolusi di Bekasi. Sejak saat itu Gedong Pakpak digunakan sebagai markas pejuang Bekasi untuk melakukan pertemuan-pertemuan.

Setelah Indonesia merdeka, Gedong Pakpak sempat beberapa kali beralih fungsi. Gedung ini sempat dijadikan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi sebelum berpindah ke Jl. Ahmad Yani, sampai akhirnya terjadi pemekaran antara Kota dan Kabupaten.

Semenjak kantor pemerintahan Kabupaten Bekasi dipindahkan, Gedong pakpak dijadikan sebagai rumah dinas walikota administarsi yang di pimpin H. Soejono hingga masa H. Kailani.

Melihat banyaknya nilai historis dari Gedung Pakpak ini, terdapat rencana untuk menjadikan Gedung Pakpak sebagai Gedung Museum Digital tanpa mengubah bentuk bangunan aslinya. Nantinya gedung ini akan menjadi pusat informasi dan edukasi bagi generasi muda Bekasi.

 

Penulis : Nia Aulia Kurniati
Editor :

Leave a Response

Nia Aulia

Nia Aulia

Social Media Specialist