Sejarah

Hari Sumpah Pemuda : Bukti Bakti Pemuda untuk Indonesia

107kali dibaca

Hallo Bekasinians!

Setiap tanggal 28 Oktober, Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Peristiwa ini merupakan sebuah bukti nyata peranan pemuda dalam memperjuangkan dan meraih kemerdekaan Indonesia.

Dengan berbekal ikrar akan kesatuan tanah air, bangsa, dan bahasa, para pemuda dan pemudi yang terlibat dalam Sumpah Pemuda berhasil membakar semangat juang rakyat Indonesia untuk mengusir para penjajah demi Indonesia merdeka.

Di tahun 2020, Hari Sumpah Pemuda memasuki usia ke-92 Tahun. Di usia yang mendekati satu abad, Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengusung tema “Bersatu dan Bangkit”, dengan tujuan untuk menggelorakan semangat gotong royong menghadapi pandemi Covid-19. Pemuda Indonesia harus memelihara persatuan dan selalu bangkit dengan semangat gotong royong, khususnya dalam menghadapi situasi pandemi seperti sekarang.

Sejarah Hari Sumpah Pemuda

28 Oktober ditetapkan sebagai hari peringatan sumpah pemuda sejak tahun 1958. Ketetapan tersebut diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 yang bertujuan ntuk memperingati peristiwa Sumpah Pemuda.

Sejarah sumpah pemuda lahir dari pergerakan di daerah dengan mendirikan organisasi kedaerahan. Kemudian terjadilah sebuah gerakan dimana para pemuda Indonesia berkumpul untuk menyelennggarakan rangkaian Kongres Pemuda II di Batavia pada 27-28 Oktober 1928 di dua tempat berbeda.

Hari pertama kongres dilakukan di Gedung Katolikee Jongelingen Bondatau Gedung Pemuda Katolik di Lapangan Banteng membahas mengenai rancangan awal dari faktor yang dapat memperkuat persatuan Indonesia. Sedangkan Konres ke II dilakukan di Gedung Oost Java (sekarang di Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat) dengan pembahasan mengenai masalah pendidikan.

Terdapat tiga tujuan digelarkanya kongres pemuda ke II ini, yakni :
1. Melahirkan citra-cira semua perkumpulan pemuda-pemuda Indonesia
2. Membicaraka beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia
3. Memperkuat kesadaran bangsa dan memperteguh persatuan Indonesia.

Dikutip dari laman resmi museum sumpah pemuda, penyeenggara kongres pemuda di inisiasi oleh Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) dan dihadiri oleh seluruh perwakilan pemuda dari seluruh penjuru Indonesia seperti Jong Java, Jong Bataks Bond, Jong Celebes, Cong Ambon , dan lainnya. Hadir pula beberapa orang perwakilan dari pemuda peranankan Tionghoa di Indoesia seperti Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie, yang sampai saat ini belum diketahui asal organisasi/perhimpunan dari mana mereka.

Kemudian setelah melakukan pertemuan dan melalui proses yang panjang, maka pada 28 Oktober 1928 para peserta kongres pemuda II besepakat untuk merumuskan tiga janji yang kemudian disebut sebagai Sumpah Pemuda, yang berisikan :

1. Kami Putra Putri Indonesia, Mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia
2. Kami Putra Putri Indonesia Berbangsa satu, bangsa Indonesia
3. Kami Putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Bekasinians, sebagai pemuda-pemudi Kota Bekasi kita harus cerdas, kreatif dan inovatif. Mari bersatu untuk berkontribusi dalam membangun Kota Bekasi 😁

 

Penulis : Nia Aulia Kurniati

Editor : Nilam Baiduri

Leave a Response