Uncategorized

130 Tahun Usianya, Jembatan Bekasi Masih Setia Menemani

157kali dibaca

Hallo Bekasinians!

Kembali lagi di “Rabu Bersejarah”, dimana setiap hari Rabu, Bekasi Keren akan menyajikan konten seputar sejarah di Kota Bekasi. Kali ini Minbek mau cerita tentang sebuah Jembatan tertua di Kota Bekasi nih, sudah ada yang bisa tebak belum?

Yup, jembatan ini dikenal dengan nama Jembatan Bekasi. Bagi kamu yang suka naik kereta api baik commuter line ataupun kereta jarak jauh menuju arah Cikarang pasti pernah melewati jembatan besi ini. Dinamakan Jembatan Bekasi oleh masyarakat setempat, karena di bawah jembatan tersebut terdapat Kali Bekasi yang memiliki kedalaman 15 meter dan yang menyatukan Kota Bekasi menjadi satu.

Dilansir dari website heritage.kai.id, Jembatan Bekasi dibangun pertama kali oleh perusahaan swasta kereta api di zaman Belanda, yaitu Batavia Ooster Stoomtram Maatscapphij (BOS). Kemudian Jembatan ini digunakan secara resmi pertama kali pada tanggal 14 Agustus tahun 1890. Ketika diresmikan, jalur kereta api ini beroprasi untuk menghubungan Stasiun Bekasi dengan Stasiun Gunung Gede yang kini bernama Stasiun Cikarang.

Sumber : Heritage.co.id

Delapan tahun kemudian perusahaan kereta api BOS diambil alih oleh perushaan kereta api negara bernama Staatsspoorwegen. Setelah diambil alih, Jembatan Bekasi mengalami perbaikan dua kali yaitu tahun 1898 dan 1921.

Dibangun pada masa penjajahan, Jembatan Bekasi ini pun menjadi salah satu bangunan saksi sejarah di Kota Bekasi. Salah satu sejarah yang terkenal adalah tragedi Kali Bekasi Menjadi Merah pada 19 Oktober 1945.

Pada masa setelah kemerdekaan Indonesia, Letnan Dua Zakaria Burhanuddin mendapat instruksi penting dari Jakarta untuk membuarkan kereta api yang berisikan 90 anggota Kaigun (angkatan laut Jepang) untuk melintas di Stasiun Bekasi. Namun, hal tersebut tidak dilakukan dan malah memerintahkan Kepala Stasiun Bekasi untuk mengalihkan perlintasan kereta tersebut ke jalur buntu yang mengakibatkan sembilan gerbong kereta tersebut diberhentikan dengan dalih untuk pemeriksaan.

Di tengah pemeriksaan, tiba-tiba seorang prajurit Kaigun melepaskan tembakan pistol yang juga menjadi tanda bagi massa rakyat dan pejuang untuk menyerbu. Disitulah pertumpahan darah dimulai antara tentara jepang dengan para pejuang Indonesia.

Jembatan Bekasi termasuk jembatan dengan tipe Lalu Lintas Bawah yang masih menggunakan rangka baja. Kini Jembatan kereta penghubung Kali Bekasi terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama dibangun tahun 1890, sedangkan yang kedua adalah Jembatan Kereta Baru dengan konstruksi baja untuk mendukung jalur double track dari Manggarai menuju ke Cikarang.

Sumber : Info Bekasi

Hingga saat ini Jembatan Bekasi yang lama masih beroprasi untuk mendukung jalannya perkeretaapian. Tak hanya itu, jembatan tersebut juga dijadikan sebagai bangunan cagar budaya dan menjadi aset Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta yang disebut dengan BH 134.

Itu dia Beks, sejarah dari Jembatan tertua di Bekasi. Nantikan selalu ya, konten-konten sejarah Bekasi lainnya yang akan menambah wawasan kamu. Dadaaah!

Penulis : Nia Aulia Kurniati
Editor : Nilam Baiduri

Leave a Response

Nia Aulia

Nia Aulia

Social Media Specialist