Sejarah

Asal-Usul Kalimalang: Potret Kalimalang Dulu Hingga Saat Ini

89kali dibaca

Hai Bekasinians,

Kalau kamu sedang melewati perempatan Mall Metropolitan pasti sudah gak asing lagi dengan kali yang satu ini, yap! Kalimalang. Mungkin belum banyak orang tahu gimana sejarah Kali buatan yang sudah dibangun sejak era Soekarno loh pada tahun 1960-an ini.

Sumber: jeo.kompas.com

Pada era-70an, Kalimalang berfungsi sebagai 70 persen pengairan pertanian dan 30 persen bahan baku air minum, karena pada saat itu Kota Bekasi masih terhampar luas area persawahannya. Lalu pada era 80-an, karena Bekasi sudah menjadi daerah industri yang mana tak lagi banyak sawah, maka fungsi Kalimalang sudah tidak lagi menjadi saluran irigasi pertanian, namun diolah untuk bahan baku air minum.

Pasti kalian juga bertanya-tanya kenapa ya disebut nama Kalimalang? Nah nama Kalimalang ini berasal dari arah alirannya yang memalang atau melintang sepanjang 70 kilometer loh! Panjang kali ini berasal dari waduk Jatiluhur di Purwakarta hingga ke Jakarta Timur, dan bagian hulu terletak di percabangan Bendungan Curug di Kabupaten Karawang.

Sumber: travel.detik.com

Dahulu di sepanjang aliran Kalimalang masih terbilang sangat sepi dan menyeramkan. Tak jarang membuat masyarakat enggan untuk melewatinya. Namun seiring perkembangan zaman, kini kawasan di sepanjang aliran Kalimalang berubah menjadi kawasan pertokoan dan perkantoran yang membuat jalanannya ramai.

Rencana revitalisasi Kalimalang yang dilakukan oleh Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi, untuk mengubah Kalimalang menjadi tempat wisata yang indah nan asri bagi masyarakat pun sudah dalam tahap pembangunan.

Hmm Minbek lagi ngebayangin pulang kantor mampir ke wisata Kalimalang sambil ngeliatin gemerlap lampu-lampu di pusat Kota Bekasi, ah jadi gak sabar!! 😄

Nah itu dia Beks, sejarah dari Kalimalang. Minbek cuma mau ingetin untuk selalu menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan agar Kalimalang (dan kali lainnya di Bekasi) bebas dari sampah.

Sampai jumpa di Rabu sejarah minggu depan, dadaaaah!! 👋🏻

Penulis: Salsabila Wikan Paramitha

Editor: Nilam Baiduri

Leave a Response