Sejarah

Sejarah Curug Parigi: Mini Niagara Falls di Kota Bekasi

63kali dibaca

Hai Bekasinians,

Kalo kamu yang tahu dari Bekasi hanya dengan penuh hiruk pikuk kemacatan ternyata salah. Di balik padatnya Kota Bekasi, ternyata tersimpan wisata alam yang menarik untuk di kunjungi loh. Emangnya ada apa sih Minbek??

Ada Curug, alias air terjun. Curug Parigi berada di Sungai Cileungsi yang berhulu di kawasan perbukitan di wilayah Bogor yang mata airnya membentuk sungai-sungai kecil.

Dahulu area Curug Parigi dikenal sebagai area bekas tambang pasir yang mana bekas galian tersebut membentuk ketinggian yang berbeda serta membentuk sebuah galian batu yang dilakukan untuk bahan pembangunan Jalan Raya Narogong.

Saat itu ada sebuah bukit batu yang tidak bisa dipecahkan. Akhirnya bukit batu tersebut, membentuk rupa seperti curug atau air terjun. Setelah pembangunan jalan selesai, warga pun melakukan penambangan pasir di bekas bukit batu tersebut.

Lama kelamaan area penambangan itu berubah menjadi sebuah cekungan yang kini menjadi sebuah curug yang memiliki ketinggian mencapai 2 meter dengan lebar 20 meter.

Curug sendiri berasal dari bahasa sunda yang artinya air terjun. Sedangkan Parigi berasal dari nama kampung yang ada di kawasan tersebut.

Keberadaan Curug Parigi sudah ada sejak dulu, namun mulai ramai dikunjungi pada tahun 1990 dan belum dikelola dengan baik pada saat itu.

Lalu pada tahun 2018 mulai terdapat akses jalan yang baik, serta menambahkan beberapa fasilitas antara lain spot-spot foto, tempat kuliner dan lainnya guna mendukung wisata alam lokal.

Pemandangan di Curug Parigi sangat indah dan membuat banyak orang menyebutnya mirip dengan Air Terjun Niagara yang berada di perbatasan Amerika Sekitar dan Kanada.

Biasanya pengunjung yang datang juga tidak hanya dari Bekasi, tetapi dari kawasan Bogor, Jakarta, hingga Karawang.

Nah Minbek mau titip pesen sama Bekasinians yang mau mampir ke Curug Parigi untuk membuang sampah pada tempatnya ya. Mari jaga salah satu wisata alam yang ada di Kota Bekasi dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Sampai ketemu di artikel berikutnya, Beks!

Penulis: Salsabila Wikan Paramitha

Editor: Nilam Baiduri

 

Leave a Response