Sejarah

Burhanuddin Mohammad Diah: Wartawan Penyelamat Teks Proklamasi Kemerdekaan

88kali dibaca

Hai Bekasinians!

Tanggal 9 Februari 2021 diperingati sebagai Hari Pers Nasional. Di balik peringatan Hari Pers ini, ternyata terdapat sejarah dari seorang wartawan pada masa sebelum kemerdekaan yaitu Burhanuddin Mohammad Diah (BM Diah), salah satu wartawan yang sangat peduli akan bangsanya.

Sumber: id.wikipedia.org

Pria kelahiran Kutaraja, Aceh pada 7 April 1917 ini merupakan seorang wartawan. Ia juga seorang notulen handal dan memiliki peran dalam mendokumentasikan detik-detik perkembangan situasi menjelang Proklamasi 1945. Pada saat itu ia tengah bekerja di dinas kewartawanan yang juga mengambil peranan untuk menyebar proklamasi kemerdekaan.

BM Diah juga orang yang berjasa dalam kemerdekaan Indonesia. Ia  menyelamatkan teks asli proklamasi yang ditulis tangan Soekarno, sebab setelah diketik ulang oleh Sayuti Melik, teks tersebut langsung dibuang ke tempat sampah.

Namun pada saat itu, BM Diah tidak hadir langsung saat pembacaan naskah proklamasi tengah dirumuskan karena ia dan rekan-rekan wartawan saat itu berada di Lapangan Ikada untuk menyebar berita proklamasi dengan mencetak surat kabar dan selembaran untuk menyebarkannya ke pelosok Indonesia. Kala itu, mereka juga menguasai percetakan milik Jepang.

Selain berprofesi sebagai seorang wartawan, BM Diah juga pernah menjadi duta besar Chekoslovakia, Inggris, dan Thailand pada 1959-1968. Selepas menjadi Duta Besar, dia ditunjuk menjadi Menteri Penerangan.

Atas jasa-jasa yang dilakukan, BM Diah pernah menerima Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Soeharto pada 10 Mei 1978. Selain itu, ia juga pernah meraih penghargaan medali perjuangan angkatan 45 dari Dewan Harian Nasional Angkatan 45 pada 17 Agustus 1995.

Selain BM Diah, masih banyak lagi wartawan yang berjasa pada Proklamasi Kemerdekaan. Karena menjadi seorang wartawan merupakan peranan penting untuk menyebar informasi ke masyarakat, salah satu nya di Bekasi kala itu banyak juga wartawan yang membantu untuk memberikan informasi agar masyarakat tidak salah tanggap dengan berita yang mungkin terkadang tidak akurat.

Seiring perkembangan zaman, media di Bekasi pun makin merebak dan menjadi wartawan adalah salah satu profesi pilihan karena selain memberikan dampak yang baik terkait pemberian informasi untuk khalayak

Di hari peringatan Pers Nasional hari ini, semoga seluruh media di Indonesia mampu memberikan informasi yang berdampak positif  dan juga selalu menegakkan keadilan untuk masyarakat.

Penulis: Salsabila Wikan Paramitha

Editor : Nia Aulia

Leave a Response