Sejarah

Ujungan: Kesenian Bela Diri dari Bekasi

393kali dibaca

Hallo Bekasinians!

Kamu tahu gak sih di Bekasi ternyata punya kesenian bela diri, namanya Ujungan. Ujungan ini adalah seni pertunjukan bela diri dengan menggunakan tongkat yang sangat tua. Bagi para jawa Bekasi, ujungan adalah pertaruhan harga diri dan perebutan status sosial.

Sumber: kumparan.com

Dilansir dari Kumparan.com Ujungan juga memiliki nama lain yang dikenal sebagai Sabet Rotan dan Gitikan, kesenian ini sudah ada sejak abad ke-7 hingga pada masa kejayaannya pada abad 18 sampai awal abad 19. Selain itu Ujungan berasal dari Bahasa Sunda, Jung yang artinya dari lutut ke bawah.

Iringan Gambang / Sumber: tribunnewswiki.com

Setiap pertunjukan Ujungan selalu diiringi oleh alat musik Samyong, yaitu sejenis Gambang berbahan kayu tetapi keberadaannya mulai digantikan dengan gamelan. Samyong dimainkan bersamaan dengan “Pengibing” pencak silat atau yang disebut Uncul ke dalam arena, lalu Pengibing akan mencari penantang. Apabila sudah mendapat penantang, pertunjukan Ujungan pun dimulai.

Sumber: antarafoto.com

Para pemain pun akan beradu “kesaktian” dengan menggunakan rotan, rotan yang digunakan biasanya bervariasi namun biasanya yang dipilih adalah rotan dengan tingkat fleksibelitas yang tinggi agar dapat membentuk lengkungan saat di pukul ke kaki atau badan lawan, dan polos tanpa ada pegangan apapun.

Selama pertunjukkan pun dipimpin oleh wasit yang disebut Boboto. Boboto adalah tokoh sesepuh yang sudah memiliki kesaktian di atas rata-rata, selain itu Boboto juga menggunakan tongkat panjang atau selendang sebagai alat memimpin pertandingan.

Uniknya dari kesenian ini, setiap yang bertanding harus dari daerah yang berbeda dan tidak saling mengenal agar tidak menimbulkan balas dendam bagi yang kalah.

Di Bekasi, ternyata ada loh tokoh terkennal sebagai pelestari Ujungan, yaitu Abah Natrom dan Ki Dalih atau yang dikenal Baba Dalih yang selalu menaklukan arena Ujungan dari Cikarang, Cakung, Betawi hingga Tanggerang di era tahun 1950an. Abah Natrom dan Baba Dalih termasuk generasi terakhir yang melestarikan Ujungan hingga awal dekade 1980an.

Nah itu dia kesenian Bela Diri asal Bekasi. Sekarang keberadaannya sudah jarang ditemui, maka dari itu yuk kita sama-sama melestarikannya. Sampai jumpa di Rabu Sejarah berikutnya ya, Beks.. dadaaah 👋

Penulis: Salsabila Wikan Paramitha

Editor : Nia Aulia

Leave a Response