Uncategorized

Malam Mengerikan Tak Terlupakan

79kali dibaca

Hai Bekasinians,

Balik lagi di kisah malam jumat bareng MinBek, siap-siap merinding ya pas baca cerita ini apalagi kalau baca sendiri hati-hati tuh di kanan kiri ada yang ikut menghela napas hihihi. Langsung aja check this out.

***

Nama saya Jono, saya adalah driver ojek online (ojol) di daerah Bekasi dan selalu ngojek setiap hari mulai dari jam 5 pagi sampai jam 10 malam selama satu tahun terakhir. Saya sering mengantar penumpang lokasi yang beragam dan juga kadang mengantar penumpang lebih dari jam 10 malam karena biasanya ramai penumpang dan bonus yang di dapat.

Selayaknya pekerjaan pada umumnya, sebagai tukang ojek pun saya memiliki banyak cerita pengalaman yang saya alami sendiri, tidak terkecuali pengalaman mistis.

Ada satu pengalaman yang masih saya ingat sampai sekarang. Saya ingat betul waktu itu hari kamis alias malam jum’at. Saya sedang sangat bersemangat jadi memutuskan untuk narik hingga tengah malam. Tepat jam 12 malam, sebuah order tumpangan masuk padahal saat itu saya sudah ingin pulang. Tapi karena sudah terlanjur masuk orderan saya pun menerima saja dan menjadikan order tersebut terakhir di hari ini. Toh tujuan penumpang pun searah dengan jalan pulang.

Seperti biasa sebelum jemput penumpang, saya menelfon terlebih dahulu untuk mengkonfirmasi penjemputan. Telfon lama tidak diangkat, baru diangkat saat saya telfon ke dua kalinya namun tidak ada suara. Saya pikir jaringan internet sedang tidak beres, jadi saya tinggalkan pesan ke penumpang agar dia menunggu saya. Pesan tersebut di balas singkat oleh penumpang. Meski merasa ada keganjalan, saya tetap berangkat untuk menjemput penumpang tersebut sesuai titik maps.

Ketika sampai dititik penjemputan, saya melihat seorang perempuan tengah berdiri di pinggir trotoar. Ia pakai baju merah dan rok selutut berwarna hitam. Karena hanya ada dia seorang disana, saya pun yakin kalau oranh tersebut penumpang saya. Akhirnya saya pun menghampirinya.

“Malam mbak, maaf ya menungu lama” sapa saya kepada penumpang. Ia pun tersenyum simpul ke arah saya sambil menjawab “Gapapa mas”

“Maaf ya mba agak lama, tadi saya coba telfon mba tapi gak ada suara, jadi saya kirim pesan untuk konfirmasi titik pejemputan dulu.” Jelas saya sambil menyiapkan helm penumpang.

“Gapapa mas” jawab mbaknya lagi. Kali ini dengan wajah datar. Melihat ekspresi tersebut seperti mood mbaknya sedang tidak baik. Makanya langsung saja saya kasih helm dan kami pun melaju.

Selama diperjalanan, saya merasa aneh. Perasaan saya merasa seperti tidak sedang mengantar penumpang, tetapi saya mencoba untuk tenang. Untuk memecah keheningan diantara kami di malam yang sepi ini, saya pun mengajak penumpang itu ngobrol.

“Mbak, tengah malem gini sendirian gak takut?”

“Enggak mas”

“Kalau boleh tau mbak mau kemana tengah malam gini?”

“Nanti mas juga tahu”

Rasanya semakin aneh. Meskipun suara penumpang terdengar normal saja, tapi jawaban yang diberikan membuat saya mulai takut. Perasaan saya sudah semakin gak enak, dalam hati saya coba baca doa-doa yang saya tahu sambil terus berfikir positif kalau ini cuma perasaan saya aja (Walaupun berfikir positif di kondisi kaya gini susah juga sih)

10 menit berkendara, saya mulai melewati jalanan yang gelap lalu tiba-tiba masuk ke area hutan. Waduh gawat, batin saya semakin ketakutan. Gimana kalau saya disasarin nih? Lalu untuk memastikan saya pun bertanya ke penumpang,

Tengah malam di hutan / Sumber: yudibatang.com

“Mbak, ini mau kemana ya kok lewat hutan?”

Penumpang itu hanya terdiam dan suasana hutan itu juga dingin dan membuat bulu kuduk saya naik. Tapi saya coba lagi untuk bertanya

“Mbak maaf, ini mau diantar kemana tujuannya? karena kalau sesuai maps sudah hampir sampai”

“Iya mas, sebentar lagi”

“Ini daerah hutan, apa benar lokasinya disini?”

“Iya mas, ikutin aja pokoknya”

Saat itu saya tidak henti-hentinya berdoa. Saya sangat ketakutan, bagaimana tidak kondisi di tengah hutan, gelap, dan tak ada orang membuat suasana begitu mencekam.

Maps menunjukan sudah sampai lokasi tujuan. Lokasi yang dituju begitu aneh, yakni sebuah pohon besar dengan jurang di belakangnya. Tidak ada jalan lagi di depan. Saya pun kembali bertanya ke penumpang, tapi tak ada jawaban.

Lalu perlahan saya coba nengok kebelakang, ternyata penumpang itu sudah menghilang….

Sial, batin saya.

Badan saya langsung gemetar dan keringat dingin. Dari atas ada yang melempari saya batu. Ketika saya tengok ke atas, penumpang yang saya bawa sudah bertengger diatas sana. Wajahnya rusak dan dia sedang tertawa menunjukan gigi grepesnya. Di sela tawa nya saya mendengar ia berkata “Makasih ya hihihihi”

Sempat terpaku beberapa saat, saya berteriak kencang dan langsung tancap gas mencari jalan keluar dari hutan itu. Rasanya jalanan menuju jalan raya begitu jauuhh sekali meski sudah kecepatan maksimal.

Setiba saya di jalan raya yang agak ramai, saya langsung memutuskan untuk pulang kerumah. Sampai rumah saya pun masih ketakutan dan kesulitan tidur. Sejak saat itu, saya pun lebih selektif untuk narik tengah malam. Benar-benar pengalaman yang menakutkan.

 

Begitu Beks kisah malam jumat kali ini, tetap hati-hati dan waspada ya Beks di tengah malam karena kita gak akan tahu apa yang akan terjadi. Segitu cerita malam jumat kali ini, tunggu kisah selanjutnya ya. Dadahh…

 

Penulis: Salsabila Wikan Paramitha

Editor : Nia Aulia Kurniati

Leave a Response