Sejarah

Sejarah TPST Bantar Gebang: Gunung Sampah yang Menjadi Sorotan

62kali dibaca

Hai Bekasinians,

Siapa sih yang gak tau Bantar Gebang? Bantar Gebang merupakan salah satu kecamatan di Bekasi yang identik dengan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan tumpukan sampah yang menggunung, tapi kamu tau gak sih bagaimana sejarah TPST Bantar Gebang? Ikutin terus artikel ini ya!

Bantar Gebang merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Bekasi. Sedangkan secara administratif TPST Bantar Gebang berlokasi di tiga keluarahan yaitu Kelurahan Ciketing Udik, Sumur Batu, dan Cikiwul yang berada di Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Sumber: twitter.com

Berdasarkan buku “Konflik Sampah Kota” yang di tulis oleh Ali Anwar, Awalnya Bantar Gebang merupakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah ada sejak 1985. Lokasi ini dulunya merupakan galian-galian besar yang sudah ada sejak 1978, tanahnya diambil untuk sebuah proyek properti.

Pesatnya pertumbuhan pendudukan dan perdagangan Jakarta menyebabkan volume sampah Ibukota juga meningkat drastis dan memerlukan tempat pembuangan akhir yang lebih besar. Pada mulanya, Pemprov DKI memilih lokasi pembuangan akhir di Ujung Menteng, Jakarta Timur. Namun karena lokasinya telah dipadati oleh perumahan dan industri membuat lokasi ini dianggap kurang strategis.

Akhirnya setelah berbagai pertimbangan, dipilihlah Kota Bekasi yang saat itu masih menjadi bagian Kabupaten Bekasi. Ada dua wilayah yang menjadi lokasi pilihan untuk TPA, yakni kawasan Media Satria dan Bantargebang. Pada 30 Januari 1985, Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) dan Pemprov Jabar mengajukan surat kepada Bupati Bekasi untk pembebasan lahan di 2 wilayah tersebut.

Surat tersebut direspons Bupati. Setelah melakukan kajian, ternyata kondisi Medan Satria tidak memungkinkan dijadikan TPA karena dekat dengan pemukiman warga lalu pada akhirnya di tanggal 26 Januari 1986 lahan di Bantar Gebang resmi menjadi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).

Sumber: portonews.com

TPST Bantar Gebang ini memiliki kapasitas sebesar 49 juta ton, namun tumpukan sampahnya hingga sekarang sudah mencapai ketinggian 50 meter dan ada 7.000 lebih pemulung menggantungkan hidupnya di TPST ini.

Begitu Beks sejarah di TPST Bantar Gebang. Dengan mengetahui sejarahnya yuk kita sama-sama mengurangi sampah yang ada dan juga membuat sampah bisa diolah kembali menjadi barang yang bermanfaat. Jagalah lingkungan sekitar dengan bijak dalam mengelola sampah ya Beks!

Penulis: Salsabila Wikan Paramitha

Editor: Nia Aulia K.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Response