Sejarah

Hari Puisi Sedunia: Makna Puisi Chairil Anwar Kerawang Bekasi

64kali dibaca

Hai Bekasinians!

Tanggal 21 Maret 2021 diperingati sebagai Hari Puisi Sedunia atau World Poetry Day. Hari besar ini pertama kali disahkan oleh UNESCO pada tahun 1999 di Paris dan pertama kali dirayakan tahun 2000.

Di peringatinya Hari Puisi Sedunia bertujuan untuk mendukung keragaman linguistik melalui ekspresi puitis dan untuk menawarkan bahasa yang terancam punah diperdengarkan kepada khalayak.

Indonesia memiliki tokoh-tokoh puisi yang lengendaris, salah satunya adalah Chairil Anwar. Beliau adalah seorang penyair Tanah Air yang telah menulis puluhan puisi maha karya. Diantaranya adalah puisi berjudul “Aku” yang menjadi karya paling terkenal hingga Chairil Anwar dijuluki sebagai “Si Binatang Jalang”.

Sumber: elinbi.blogspot.com

Tidak hanya itu, puisi terkenal lainnya dari Chairil Anwar adalah ” Kerawang Bekasi”. Puisi ini ternyata memiliki kisah sejarah yang sangat tragis loh beks!

Puisi “Kerawang Bekasi” berhubungan dengan Kota Bekasi dan Tragedi Rawagede. Tragedi tersebut terjadi pada tahun 1947 yang disebabkan oleh pengeboman wilayah Rawagede oleh 300 pasukan tentara Belanda dibawah pimpinan Mayor Alphons Winjen.

Pengeboman ini dilakukan ketika tentara Belanda pada saat itu melakukan aksi penangkapan terhadap Kapten Lukas Kustaryo, yaitu Komandan kompi Divisi Siliwangi yang sering merepotkan tentara Belanda karena melakukan pembajakan kereta yang mengangkut sejumlah senjata serta amunisi.

Sumber: dutatv.com

Mengetahui pembajakan senjata tersebut, Mayor Alphons pun mengejar Lukas yang berencana pergi ke wilayah Rawagede bersama tentara Barisan Keamanan Rakyat (BKR).

Belanda yang saat itu juga tertarik dengan Rawagede karena memiliki lima laskar pejuang, yaitu Macan Citarung, Barisan Banteng Hizbullah, MPHS, SP 88, akhirnya pergi menyusul Lukas. Namun, Lukas telah melarikan diri tepat satu jam sebelum tentara Belanda membumihanguskan seluruh wilayah Rawagede dan menewaskan sebanyak 431 penduduk yang tinggal disana.

Begitulah makna bersejarah dibalik puisi “Kerawang Bekasi” milik Chairil Anwar. Puisi yang diciptakan tahun 1948, hingga kini masih menjadi maha karya yang dinikmati banyak orang.

Atas karyanya yang membanggakan, Pemerintah Kota Bekasi memberikan apresiasi kepada Chairil Anwar dengan menamakan salah satu ruas jalan di daerah Bekasi Timur dengan namanya. Gimana, menarik nggak nih?

 

Penulis: Indriani Putri

Editor : Nia Aulia Kurniati

Leave a Response