Sejarah

Mengenal KH Noer Ali, Pahlawan Asal Bekasi

44kali dibaca

Hai Bekasinians,

K.H. Noer Ali merupakan tokoh legendaris di tengah masyarakat Betawi. Atas jasanya yang berhasil mengusir penjajah dari Bekasi, K.H Noer Ali dijadikan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2006 silam. Berikut adalah biografi singkatnya.

K.H Noer Ali lahir di Ujung Harapan, Bekasi pada 15 Juli 1914. Saat berusia 8 tahun ia sudah mulai belajar mengaji dengan Guru Maksum di Kampung Bulak hingga tiga tahun kemudia ia mulai mengkaji ilmu tata bahasa Arab, tauhid, dan fiqih dari Guru Mughni.

Ia pergi menimba ilmu agama di Mekah dan dikenal sebagai santri yang cerdas. Ketika belajar di Mekkah, seorang pelajar asing bertanya kepada Noer Ali “Kenapa Belanda yang negaranya kecil bisa menjajah Indonesia? Harusnya Belanda bisa diusir jika ada kemauan” Sejak saat itu semangat kebangsaan K.H Noer Ali pun menggebu-gebu.

Di tahun 1940, Noer Ali pulang ke kampung halamannya di Bekasi. Sepulangnya ke kampung halaman, ia mendirikan pondok pesantren bernama At-Taqwa. Pondok pesantren tersebut menjadi tempat menyebar ilmu-ilmu agama. Noer Ali juga menjadikan pesantren tersebut sebagai tanda perjuangan melawan penjajah, dan membuat pesantren tersebut diawasi oleh intelejen pemerintah kolonial.

Lalu pada zaman pendudukan Jepang, KH. Noer Ali sempat menjadi ketua Laskar Rakyat Bekasi hingga pada tahun 1942 namanya termasuk dalam daftar ulama yang harus bekerja sama dengan Jepang, namun ia menolak.

Sumber: tribunnews.com

Pada tahun 1947, ia diperintahkan Jendral Oerip Soemoharjo untuk membuat basis perlawanan masyarakat tanpa nama. Kemudian K.H Noer Ali mendirikan markas Hisbullah-Sabilillah (MPHS). Disana ia menjadi Komandan Bataliyon Tentara Hizbuilah Bekasi dengan pasukan berjumlah 600 orang yang dikerahkan untuk menyerang pos-pos Belanda di Karawang – Bekasi.

Noer Ali dikenal sebagai orang yang lihai untuk lolos dari tangkapan tentara Belanda. Pada masa inilah, KH Noer Ali dijuluki “Belut Karawang-Bekasi” karena Belanda sangat kesulitan untuk menangkapnya.

Hingga pada tahun 1949 Belanda mulai mengakui kedaulatan Indonesia dan laskar-laskar rakyat pun membubarkan diri. Sejak itu, KH Noer Ali fokus pada dunia pendidikan.

Seusai merdeka, K.H Noer Ali mendirikan Lembaga Pendidikan Islam, Madrasah Diniyah, dan Sekolah Rakyat Indonesia (SRU) untuk menjaga kualitas pendidikan anak-anak di Bekasi.

Ia juga sering mengunjungi banyak ulama di luar Bekasi untuk menjaga silahturahmi melalui Jalan Kalimalang dan Nama KH. Noer Ali pun mulai digunakan sebagai nama jalan sejak tahun 2002 sebagai tanda penghormatan jasanya untuk bekasi.

K.H. Noer Ali sudah diajukan untuk menjadi Pahlawan Nasional sejak tahun 1994 oleh pemerintah Bekasi. Namun oleh Soeharto, presiden kala itu, ia hanya diberikan penghargaan Bintang  Naraya, sebuah tanda kehormatan tertinggi untuk orang-orang yang menjaga keutuhan Indonesia. Penghargaan itu berada 1 tingkat dibawah pahlawan nasional.

Barulah ditahun 2006, K.H Noer Ali diangkat menjadi pahlawan nasional sekaligus penghargaan Bintang Mahaputra Adipadana.

Nah begitu Beks kisah jadi tokoh legendari yang terkenal di Bekasi, banyak jasa-jasa yang sudah dilakukan oleh KH. Noer Ali maka dari itu kita perlu mengenangnya. Sampai berjumpa di artikel selanjutnya yaa

 

Penulis: Salsabila Wikan Paramitha

Editor : Nia Aulia K.

Leave a Response