Sejarah

Irwan Siregar: Sutradara Kebangaan Bekasi

277kali dibaca

Hai Bekasinians!

Jaman sekarang siapa sih yang nggak suka nonton film? Mulai dari yang muda sampai yang tua pasti punya film favoritnya sendiri.

Tanggal 30 Maret 2021 diperingati sebagai hari perfilman Indonesia. Awalnya pada tanggal 30 Maret 1950 merupakan hari pertama pegambilan gambar dalam sebuah film yang berjudul “Darah dan Doa” atau Long March of Siliwangi oleh sutradara pertama yang berasal dari Indonesia asli, yakni Usmar Ismail.

Sumber: hai.grid.id

Di Bekasi sendiri juga ada lho salah satu sutradara hebat kebanggaan Tanah Air, yakni Irwan Siregar.

Warga Perumahan Titiyan Indah, Harapanbaru ini mengaku saat ini sedang menggarap sebuah film berjudul Not Balok. Film ini berkisahkan tentang kehidupan sosial masyarakat Kota Bekasi. 

Sumber: twitter.com

Beliau berkata bahwa tujuan membuat film tersebut karena ingin membuktikan kepada masyarakat Indonesia bahwa warga Kota Bekasi adalah warga yang kreatif.

Irwan mengungkapkan perasaannya yang begitu kecewa karena tempat tinggalnya, yakni Kota Bekasi selalu saja di bully oleh netizen. Bahkan, selalu menjadi trending topic di berbagai media sosial, media massa, dan obrolan masyarakat. Sehingga banyak masyarakat Kota Bekasi sendiri malu untuk menyebut tempat tinggalnya sendiri.

Dalam film tersebut, Irwan menjadikan warga Bekasi bintang utama dalam ceritanya, yakni Bilqis dan Guntur, nama yang digunakan Irwan dalam film tersebut. Film yang mengisahkan tentang perjuangan serta moralitas hanya untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah ini diharapkan bisa membuka pikiran luas para Netizen Indonesia bahwa pemuda Bekasi itu Kreatif dan Bermoral. Tetap berjuang untuk menggapai masa depan.

Selain itu, Irwan juga sengaja menggunakan Bekasi sebagai lokasi syuting untuk mengenalkan daerah Bekasi.

 

Penulis: Indriani Putri

Editor : Nia Aulia Kurniati

Leave a Response