Uncategorized

Hari Lupus Sedunia 2021 : Deteksi Dini Sebelum Terlambat

271kali dibaca

Hai Bekasinians,

Setiap tahunnya tanggal 10 Mei diperingati sebagai Hari Lupus Sedunia atau World Lupus Day. Di tahun 2021, Hari Lupus Sedunia mengangkat tema “Make Lupus Visible” yang artinya membuat lupus terlihat. Tema ini bermaksud memberikan pesan agar penyakit lupus tidak lagi dianggap remeh oleh beberapa pihak karena kondisi penderita yang terlihat baik-baik saja, karena nyatanya penyakit lupus bisa melemahkan penderitanya dari dalam tubuh sehingga penderitanya tidak bisa memprediksi kapan tubuhnya mengalami penurunan kondisi. 

Adanya peringatan Hari Lupus Sedunia bermula dari permintaan dana untuk penelitian penyakit lupus serta peningkatan pelayanan pasien oleh komunitas lupus dari 13 negara di dunia. Kemudian mulai tahun 2004 yang bertepatan dengan Kongres Internasional ke-7, World Lupus Federation menetapkan 10 Mei menjadi Hari Lupus Sedunia dengan tujuan untuk meningkatkan kepudulian masyarakat tentang penyakit yang cukup mematikan ini. 

Penyakit Lupus adalah salah satu penyakit autoimun yang menyerang organ-organ tubuh yang dapat menyebabkan kematian. Dalam keadaan normal sistem kekebalan tubuh bertugas mempertahankan diri terhadap ancaman dari bakteri, virus, jamur dan lainnya. Namun, penyakit lupus atau autoimun ini malah sebaliknya menyerang organ tubuh manusia. 

  Penyebab lupus kemungkinan dapat terjadi akibat kombinasi genetika dan faktor lingkungan. Orang dengan kecenderungan terkena lupus dapat terserang penyakit tersebut ketika mereka bersentuhan dengan sesuatu yang ada di lingkungan yang dapat memicu lupus, beberapa pemicu potensial tersebut seperti  :

  1. Sinar matahari. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan lesi kulit (kerusakan di area kulit) lupus atau memicu respons internal pada orang yang rentan terkena lupus.  
  2. Infeksi. Terkena infeksi juga dapat menyebabkan lupus atau kambuhnya penyakit tersebut pada beberapa orang.
  3. Obat-obatan. Lupus juga dapat dipicu oleh beberapa jenis obat, seperti obat tekanan darah, obat anti-kejang dan antibiotik. Orang yang mengalami lupus akibat mengonsumsi obat biasanya dapat membaik setelah mereka berhenti minum obat tersebut.

Diketahui berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, sebagian besar penderita lupus adalah perempuan dari kelompok usia 15-50 tahun, meski begitu lupus juga dapat menyerang laki-laki, anak-anak, dan remaja. 

Beks, penyakit lupus ini dikenal sebagai penyakit seribu wajah karena sampai saat ini penyakit ini belum diketahui jelas apa penyebabnya serta memiliki gejala yang berbeda-beda di setiap penderitanya, sehingga seringkali  menimbulkan kekeliruan dalam upaya mengenalinya. Namun, kamu bisa loh mendeteksi dini penyakit lupus ini dengan cara mengenali gejala-gejala sebagai berikut : 

  1. Demam +38 derajat dengan sebab yang tidak jelas
  2. Rasa lelah dan lemah berlebihan
  3. Sensitif terhadap sinar matahari
  1. Rambut Rontok 
  2. Ruam Kemerahan berbentuk kupu-kupu yang melintang dari hidung ke pipi
  3. Ruam kemerahan di kulit
  4. Sariawan yang tidak kunjung sembuh, terutama di atap rongga mulut
  5. nyeri dan bengkak pada persendian terutama di lengan dan tungkai, menyerang lebih dari 2 sendi dalam jangka waktu lama
  6. ujung-jung jari tangan dan kaki pucat hingga kebiruan saat udara dingin 
  7. nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas panjang
  8. kejang atau kelainan sarah lainnya
  9. kelainan hasil pemeriksaan laboratorium berdasarkan anjuran dokter. 

Jika pasien mengalami minimal 4 gejala dari seluruh gejala yang disebutkan di atas, maka dianjurkan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter di Puskesmas atau rumah sakit agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Nah, sekarang jangan lagi anggap remeh penyakit lupus ya Beks. Mari bersama tingkatkan kepedulian dan dukungan untuk Odapus dan keluarganya. Sekali lagi Selamat Hari Lupus Sedunia, salam sehat Bekasinians. 

 

Penulis  : Listy A.

Editor : Nia Aulia

Leave a Response

Nia Aulia

Nia Aulia

Social Media Specialist