Uncategorized

Malam Jumat Misteri : Dia yang Kesepian

75kali dibaca

Hai Bekasinians!

Kembali lagi di Malam Jumat Misteri. Kali ini kita kedapetan kiriman cerita Misteri dari sobat Magang Bekasi Keren Indriani Putri, siswi SMK Bahana Mandiri 2. Gak perlu berlama-lama lagi langsung aja, Check this out!

~~

Akhir-akhir ini aku merasa sangat kesal karena dirumah tidak ada yang memperhatikanku. Mereka lebih memperhatikan Mella, kembaranku. Kedua Orang tua ku lebih memastikan semua kebutuhan Mella terpenuhi, sedangkan aku tersisihkan.

Mella adalah anak yang rajin belajar. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di kamar untuk belajar dibandingkan bermain. Oleh karena itu aku merasa kesepian dan tidak memiliki teman. Untuk mencari perhatian orang-orang, aku sering berlari-larian ke setiap sudut rumah. Tak jarang aku menjahili ibu bila ia sedang memasak di dapur. Aku paling suka bermain saklar lampu. Aku sengaja mematikannya kemudian aku lari bersembunyi agar tidak ada yang tau kalau aku yang mematikannya.

Sedangkan saat malam hari, aku selalu membuat suara gaduh dengan terus berlari-larian agar  kedua orang tua ku terbangun dan menyadari keberadaanku. Mella? Jangan harap dia bisa diganggu tidurnya. Kegaduhan apapun yang aku buat, ia tetap terlelap dengan tenang dan tidak menggubrisnya, dia selalu menganggap suara yang ia dengar di malam hari adalah ulah kucing peliharaan kami, Mochi.

Aku iri dengan kembaranku, ia selalu mendapat pelukan dari ayah dan ibu sebelum tidur. Kadang juga Mella dibacakan cerita dongeng oleh ibu yang menemaninya hingga tertidur. Sedangkan aku? Aku hanya melihatnya dari sudut kamar.

Pada sore hari, aku melihat kembaranku sedang asik belajar. Aku yang sedang kebosanan, menjahili dia dengan menjatuhkan tempat pensilnya. Dia sama sekali tidak terganggu. Aku yang tidak kehabisan ide pun melakukan aksi lain. Aku mengangkat beberapa bukunya dan membawanya kesana kemari. Kembaranku hanya menatap datar.

“Hei, ayo main sama aku. Kamu belajar terus. Bosen tau liat kamu belajar mulu.” ucapku sambil masih lari-lari membawa bukunya.

“Aku pengen belajar aja. Kata ibu aku ngga boleh main sama kamu.”

“Kenapa? Aku kan kembaran kamu. Masa Ibu larang aku main sama kamu.” Ujarku. Aku sedih saat tau ibu melarang kembaranku bermain denganku, karena selama ini aku sangat kesepian dan butuh teman.

Kembaranku beranjak dari meja belajarnya dan menghampiriku lalu pergi ke arah cermin yang ada di lemari. Dia menatapku dan menyuruhku menghampirinya. Saat aku sudah berada disampingnya, dia menoleh ke arah cermin. Aku yang penasaran, menoleh ke arah yg sama sepertinya.

“Ini alasan aku nggak boleh main dengan kamu.”
Aku terkejut karena yang dihadapanku saat ini adalah bayangan diriku, yang membedakan adalah baju putihku yang sudah bersimbah darah dan ada luka diseluruh wajahku.

 

Penulis : Indirani Putri

Editor : Nia Aulia Kurniati

Leave a Response