InformasiSejarah

Pramuka Setia, Siap, Sedia dalam Berbagai Kondisi

Kegiatan Pramuka di Masa Pandemi // sumber: Beritamagelang
67kali dibaca

Bekasinians, setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai hari Pramuka di Indonesia. Peringatan tersebut didasari dari persitiwa bersejarah tanggal 14 Agustus 1961 dimana Pramuka Indonesia diperkenalkan secara resmi di Jakarta dan diketuai oleh Sultan Hamengkubuwana IX.

Dilansir dari situs resmi Museum Sumpah Pemuda, pada 1912 Nederlandesche Padvinders Organisatie (NPO) didirikan sebagai gerakan kepanduan bagi Belanda dimana pribumi tidak diijinkan mengikuti organisasi tersebut.

Kegiatan Pramuka Tempo Dulu // sumber: Google

Melihat hal tersebut, di tahun yang sama Mangkunegara VII membentuk Organisasi Kepanduan pertama di Indonesia dengan nama Javaansche Padvinder Organisatie (JPO). Organisasi tersebut memicu gerakan nasional organisasi kepanduan lainnya, seperti Hizbul Wahton (HM) pada 1918, Jong Java Padvinderij (JJP) pada 1923, Nationale Padvinders (NP), Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), dan Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS).

Bersatunya Seluruh Organisasi Kepanduan di Indonesia

Dalam perjalanannya, muncul berbagai organisasi kepanduan hingga jumlahnya ratusan yang terbagi menjadi beberapa federasi. Pada 9 Maret 1961, Presiden Soekarno menyampaikan bahwa organisasi kepanduan yang ada harus diperbaharui, aktivitas pendidikan haruslah diganti dan seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu dengan nama Pramuka.

Presiden Soekarno dalam Apel Pramuka // sumber : Google

Kemudian, pada 14 Agustus 1961 dilakukan Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas) yang diketuai oleh Presiden Soekarno, Wakil Ketua I Sultan Hamengkubuwono XI dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr. A. Azis Saleh.

Momen ini ditandai dengan penyerahan panji-panji pramuka oleh Presiden Soekarno kepada tokoh-tokoh pramuka untuk memperkenalkan gerakan Pramuka kepada masyarakat. Akhirnya, 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari Lahir Pramuka.

Kontribusi Pramuka dalam Penanggulangan COVID-19

Pada masa sebelum merdeka, organisasi kepanduan atau Pramuka menjadi salah satu penggerak pemuda Indonesia untuk bersatu melawan penjajah. Hal ini dibuktikan dari kemunculan berbagai gerakan kepanduan di berbagai daerah, seperti Hizbul Wahton (HM), Jong Java Padvinderij (JJP) , Nationale Padvinders (NP), Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), dan Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS).

Pramuka memiliki semboyan “SETIA-SIAP-SEDIA”. SETIA artinya seorang Pramuka akan selalu setia kepada Tuhan, bangsa dan negara, pimpinan dan keluarganya. SIAP artinya seorang Pramuka akan selalu siap untuk berbuat kebajikan dan berbuat jasa setiap waktu. SEDIA artinya seorang Pramuka akan selalu mempunyai rasa kesediaan atau keihlasan untuk berbakti.

Bila pada masa lalu, Pramuka sebagai organisasi pergerakan nasional. Kini, Pramuka menjadi organisasi penting yang membantu negara untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Hal ini merupakan bentuk implementasi semboyan “SETIA-SIAP-SEDIA” yang menjadi jati diri setiap anggota Pramuka.

Kegiatan Pramuka di Masa Pandemi // sumber: Beritamagelang

Ketua Harian Kwarda Jawa Barat, Deni Nurdyana Hadimin mengatakan, Pramuka memiliki peran yang penting dalam penanggulangan Covid-19 seperti melakukan penyemprotan desinfektan di seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat hingga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Selain itu, pramuka juga berperan dalam mensosialisasikan kebiasaan baru seperti 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) serta bekerja sama dengan Satgas Covid-19. Pramuka juga bisa menjadi pelopor dalam menumbuhkan kembali sektor perdagangan, pertanian, sosial dan budaya di lingkungan sekitarnya.

Penulis: Fajar R

Editor: Nilam Bdr

Leave a Response