InformasiSejarah

Jawa Barat dari Era Kerajaan Tarumanagara Hingga Digitalisasi

75kali dibaca

Bekasinians, hari ini Provinsi Jawa Barat sedang merayakan hari jadinya yang ke-76. Tepat pada tanggal 19 Agustus 1945, Jawa Barat diresmikan menjadi salah satu provinsi di Indonesia. Semoga dengan bertambahnya usia, Jawa Barat dapat menjadi provinsi yang unggul di Indonesia!

Gedung Sate Jawa Barat // sumber: CNN

Jawa Barat memiliki luas wilayah 37.851.11 km², wilayah Jabar berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan DKI Jakarta di sebelah utara, di timur berbatasan dengan Jawa Tengah, di selatan dengan Samudera Hindia dan di barat berbatasan dengan Provinsi Banten.

Selama berdiri, Jawa Barat sudah mengalami banyak kemajuan pesat yang membawanya menjadi salah satu provinsi paling maju di Indonesia. Nah, kali ini minbek mau ngebahas tentang bagaimana Jawa Barat berkembang dari era kerajaan hingga digitalisasi. Simak dibawah ini ya!

Jawa Barat Sebelum Menjadi Provinsi

Dalam buku “Sejarah Provinsi Jawa Barat”, karya Nina H. Lubis dkk. Jawa Barat pada abad ke-5 merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara yang dibuktikan dengan peninggalan 7 (tujuh) Prasasti yang tersebar di Jawa Barat dan hingga kini kondisinya masih terawat.

Prasasti Ciaureteun // Sumber: Google

Setelah kerajaan Tarumanagara runtuh, kekuasaan di bagian barat Pulau Jawa dari Ujung Kulon sampai Kali Serayu dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda. Setelah lama berkuasa dan mencapai masa jayanya, pada abad ke-16, muncul Kesultanan Demak yang berkembang menjadi saingan politik dan ekonomi Kerajaan Sunda.

Pelabuhan Cerbon yang kelak menjadi Kota Cirebon, diambil alih oleh Kesultanan Demak. Sejak saat itu, kerajaan ini tumbuh menjadi Kesultanan Cirebon yang mampu membangun daerah kekuasaannya sendiri.

Kerajaan Sunda mengalami kemunduran di bawah kepemimpinan Raja Mulya atau Prabu Surawisesa tekanan dari Kesultanan Banten. Kemudian pada tahun 1576, Kerajaan Sunda runtuh karena tidak mampu mempertahankan Pakuan Pajajaran yang merupakan ibu kota Kerajaan Sunda.

Peta Kekuasaan Kerajaan Sunda // Sumber: Google

Pada zaman pemerintahan Kesultanan Banten, Jawa Barat bagian tenggara (Priangan) jatuh ke tangan Kesultanan Mataram. Secara administratif, daerah Jawa Barat mulai difungsikan pada tahun 1925 ketika Pemerintah Hindia Belanda membentuk Provinsi Jawa Barat.

Setelah proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, tepatnya 19 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) kemudian menetapkan delapan provinsi di NKRI termasuk Jawa Barat di dalamnya.

Berkembang Pesat dengan Digitalisasi

Jawa Barat, merupakan provinsi yang berkomitmen untuk mengembangkan digitalisasi dalam sistem pemerintahan. Digitalisasi ini tentu saja mempermudah sistem birokrasi yang selama ini dikenal semrawut. Dengan adanya digitalisasi, seluruh sistem layanan di Jawa Barat menjadi terhubung.

Digitalisasi Jawa Barat // Sumber: Google

Ada beberapa contoh digitalisasi yang sudah diluncurkan, seperti Desa Digital untuk mengembangkan wilayah pedesaan, Sapa Warga yang memudahkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, dan Solidaritas yang berisi tentang informasi bantuan sosial di Jawa Barat.

Terkait penanganan Pandemi, Jawa Barat meluncurkan aplikasi PIKOBAR ( (Pusat Informasi dan Koordinasi Provinsi Jawa Barat). Layanan ini memuat informasi terkait penyebaran Covid-19 di Jawa Barat. Selain, itu masyarakat juga dapat mencari informasi terkait dengan vaksinasi, ketersediaan ruang perawatan, hingga tips menjaga kesehatan.

PIKOBAR Jawa Barat // Sumber: Humas Jabar

Digitalisasi sistem layanan di Jawa Barat akan terus dikembangan. Seperti yang dikatakan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

“Pemda Provinsi Jabar saat ini terus berupaya mewujudkan visi menjadi Provinsi Digital Terdepan di Indonesia, bahkan level Asia. Dalam pemulihan ekonomi, percepatan digitalisasi ekonomi untuk industri besar, menengah dan kecil, termasuk UMKM, dilakukan,” ucapnya.

Dalam mendukung program digitalisasi Pemprov Jabar, Kota Bekasi juga terus mengembangakan digitalisasi dalam  layanan publik. Layanan satu pintu melalui Mal Pelayanan Publik (MPP), hingga E-Open dari DUKCAPIL dengan tujuan memperbaiki birokrasi yang sudah ada.

Sebagai provinsi terdepan di Indonesia, Jawa Barat harus terus berkembang. Maju Provinsinya, Sejahtera Warganya. Itulah tadi gambaran bagaimana berkembangnya Jawa Barat dari era kerajaan, hingga digitalisasi.

Penulis: Fajar R.

Editor: Nilam Bdr

Leave a Response