info bekasiSejarah

Musim Nikah Pasca Lebaran, Intip Tradisi Palang Pintu Bekasi

Sumber: Pikiran Rakyat
80kali dibaca

Hai Bekasinians!

Pasca libur lebaran gini, media sosial Minbek rame banget isinya orang-orang pada dilamar. Bekasinians udah pada persiapkan tanggal cantik di bulan ini? Kalo minbek masih harus banting tulang cari penghasilan sendiri dulu, karena belom ada yang ajakin 🙁

Buat abang mpok yang abis lebaran ini udah pada lamaran, selamat yaa semoga lancar sampai hari H. Ngomong-ngomong soal lamaran, pada mau pake adat apa nih pas pernikahan nanti?

“Akamsi banget gua mah min, udah jelas bangat pake adat Betawi”

Sebagai Akamsi (Anak Kampung Sini), emang pilihan yang tepat untuk melestarikan budaya Betawi di Kota Bekasi. Hal ini sekaligus menjadi ajang perkenalan budaya, yang digunakan pada acara-acara besar seperti tradisi Palang Pintu yang ditampilkan ketika seseorang hendak melaksanakan pernikahan.

Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1933, dengan urutan rangkaian acaranya yakni silat, berbalas pantun, dan membaca doa. Masing-masing rangkaian memiliki beberapa fisolofi tersendiri diantaranya:

1. Silat

Sumber: Good News From Indonesia

Silat diartikan sebagai bentuk perlindungan yang diberikan dari calon suami, agar bisa menjaga baik dari luar maupun dalam pasangan dan anaknya kelak.

2. Berbalas Pantun

Sumber: VOI

Berbalas pantu diartikan sebagai calon suami merupakan sosok yang menghibur dan mampu membahagiakan pasangan dan anaknya. Seluruh rangkaian acara ini biasanya dilakukan oleh laki-laki, uniknya pada bagian Berbalas pantun juga bisa dilakukan oleh perempuan lho seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Kampung Sawah, Bekasi.

3. Membaca doa

Sumber: Merah Putih

Pada tahap ini calon mempelai laki-laki bisa melakukan tadarus Al-Quran atau membaca solawat. Tujuannya sebagai bentuk kesiapan dari sisi moral agar dapat membimbing pasangan dan anak dengan baik.

Selain digunakan saat acara pernikahan, Tradisi Palang Pintu juga digunakan ketika menyambut pejabat yang berkunjung ke daerah adat Betawi. Namun, prosesi membaca doa dihilangkan ketika tradisi ini digunakan diluar acara pernikahan. Tradisi ini masih aktif dan terus dilestarikan oleh beberapa komunitas Palang Pintu Bekasi seperti Jejaka Nusantara yang berada di Kampung Gabus, dan Komunitas Sedulur Napiun yang berada di Kampung Sawah.

Selain itu ada pula beberapa komunitas Betawi lainnya yang bisa Bekasinians ikuti seperti Komunitas Kite Bekasi, Komunitas Bahasa Betawi Bekasi, Komunitas Betawi Bekasi Raya, dan masih banyak komunitas lainnya. Yuk sama-sama kita jaga dan lestarikan budaya yang ada di Kota Bekasi, seiring perkembangan zaman yang semakin canggih ini. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu ya Bekasinians, sampai jumpa!

Penulis: Nabilah Larazati

Editor: Safira Yusriadi

Leave a Response