Sejarah

Palapa, Si Pemersatu Nusantara

97kali dibaca

Melesat cepat ke luar angkasa, bikin masyarakat Indonesia bisa bilang: KAMI PUNYA SATELIT!!!

Hai Bekasinians!

Di tanggal 9 Juli 1976 di pukul 19:31 waktu Florida, sebuah satelit melesat ke gulita alam semesta dari Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral, Amerika Serikat. Tapi satelit itu bukan punya Amerika, melainkan punya Indonesia yang numpang meluncurkan satelit dari situ. Kerennya, Indonesia merupakan negara pertama di Asia dan ke tiga di dunia yang mengoperasikan Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) menggunakan Satelit GEO, menyusul Amerika Serikat dan Kanada. Cool bro!

Warga Bekasi mungkin di masa-masa itu kegirangan.

“Yeyy, kita punya satelit sendiri!”

“Aye seneng bang, gak kalah kite ama amerika”

“Iya mpok, yuk peluk abang.”

Mereka berdua pelukan mesra sambal liat langit kelap-kelip, diantaranya ada satelit palapa—mesra betul.

Gambar 1. Satelit Palapa A-1

Diluncurkannya satelit itu tentu punya maksud, dengan negara Indonesia yang berpulau-pulau kayak gini, komunikasi pada masa itu dinilai terhambat dan kurang memadai. Dengan segala keberanian dan ketangguhan Presiden ke-2 kita Mayor Jenderal Soeharto, Indonesia mengeluarkan anggaran agar pembangunan satelit ini bisa direalisasikan.

Presiden Soeharto punya maksud tersirat buat kasih nama satelit ini Palapa, bukan karena dia ngefans sama Patih Gadjah Mada (atau iya ya?) tapi memetik dari sumpah Gadjah Mada di tahun 1334 yaitu Sumpah Palapa. Sumpah Palapa berisi janji Gadjah Mada untuk mempersatukan dan menguasai nusantara di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit, Presiden Soeharto lalu meminjam kalimat “mempersatukan nusantara” sebagai landasan nama satelit itu—dalam artian mempersatukan komunikasi Indonesia.

Butuh waktu 17 bulan bagi Hughes Space And Communication Inc. untuk membangun satelit ini. Hughes Space And Communication Inc. membangun Satelit Palapa dengan segala kemutakhiran yang dimiliki oleh satelit-satelit Amerika pada zaman itu, masyarakat Indonesia tentunya sumringah bukan main dengar berita ini.

Gambar 2. Satelit Palapa saat dibangun oleh Hughes Space and Communication Inc.

Satelit itu sudah berada di semesta, ngasih kemudahan untuk masyarakat Indonesia berkomunikasi dan menikmati siaran TV—meskipun belum sebaik sekarang, gambarnya masih hitam putih. Tawa canda girang dari dialog telepon antar ibu dengan anak yang terpisah jauhnya daratan, siaran TV yang sangat ditunggu masyarakat dari Sabang sampai Merauke, dan pertahanan Indonesia semakin baik dengan adanya satelit ini. Tangan dingin Soeharto berhasil membuat Indonesia patut berdiri tegap dengan pede, Indonesia punya satelit.

Waktu sudah melompat jauh—sekarang 2020, Indonesia telah mengembangkan Satelit Palapa ke tingkat yang lebih jauh lagi lewat Satelit Palapa N-1 (Nusantara 1), satelit lama jadi sampah yang melayang-layang di gelapnya luar angkasa kayak harapan kamu buat mantan yang nyebelin itu hahaha canda. Tapi satelit ini gagal meluncur. Iyaaa beneran, meledak bersama roket yang membawanya. Tenang aja, masih ada Satelit Palapa seri D, yaa jadi Indonesia masih oke-oke aja, buktinya sekarang kamu masih bisa main main handphone kan?

Yaudah, begitu aja sih Bekasinians soal satelit Palapa ini. Minbek mau cabut dulu, mau tidur biar pas di kantor kerjaannya gak ngopi mulu. Jangan lupa pada ngasih komen ya, kasih semangat buat yang nulis juga boleh hehehehe.

Sampai jumpa di post berikutnya!

 

Penulis: Irza Fauzan

Editor: Nilam Baiduri

Leave a Response

Irza Fauzan
Intern Content Writer buat Bekasi Keren, suka makan burger, burger, dan burger.