Sejarah

Ketahui Sejarah Hari Populasi Dunia dan Fenomenanya

71kali dibaca

“Weh mpok, lagi ada hari populasi sedunia neh. Bangun-bangun ah, nyok kita rayain.”

“Ah, apaan sih bang. Kalo kaga libur ngapain dirayain, mending tidur ah orang lagi hari sabtu juga.”

“Aduh si mpok, belom tau ye hari populasi dunia apaan? Nih liat artikel Bekasi Keren dulu dah.”

Halo Bekasinians!

Itu si mpok belum tau Hari Populasi Dunia tuh jadi belom tertarik buat ngerayain, nih kita kasi tau ya sejarah Hari Populasi Dunia.

Penduduk dunia kian hari terus meningkat dengan kecepatan yang sulit diperkirakan, pada tahun 1950 terjadi sebuah fenomena yang menjadi awal pesatnya pertumbuhan populasi di dunia—fenomena itu bernama baby boom. Baby boom adalah sebuah fenomena dimana tingkat kelahiran di dunia sangat tinggi sehingga populasi dunia meningkat pesat. Pada 1950, baby boom disebabkan karena pada saat Perang Dunia 2, banyak pasangan yang memilih untuk tidak mempunyai anak. Ketika para veteran pulang ke negara mereka masing-masing, keinginan untuk mempunyai anak jelas sangat tinggi yang mengakibatkan tingkat kehamilan dari tahun 1945-1950 sangat tinggi.

Gambar 1. Bayi yang lahir saat fenomena Baby Boom

Kejadian ini dengan sukses mempercepat pertumbuhan populasi manusia yang tadinya berjumlah 2.5 miliar pada tahun 1950, menjadi 5 miliar di tahun 1987. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang secara aktif mengawasi fenomena ini, merasa bahwa perlu dilakukan suatu tindakan untuk mencegah laju pertumbuhan manusia bertambah cepat. Karena, dengan semakin banyaknya manusia di Bumi, maka akan terjadi hal-hal yang tentunya tidak diinginkan oleh kita. Mulai dari bencana alam, peningkatan polusi udara, meningkatnya kriminalitas, hingga kekurangan makanan.

Akhirnya pada tanggal 11 Juli 1989, PBB memutuskan untuk menjadikan tanggal tersebut sebagai ‘Hari Populasi Dunia’. Dengan penerapan perayaan Hari Populasi Dunia ini, negara-negara di dunia mulai menerapkan program KB agar dapat mencegah pertumbuhan populasi yang terlalu cepat—termasuk Indonesia.

Indonesia menerapkan program KB-nya lewat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Lewat BKBBN, pemerintah telah menyelenggarakan banyak progeam untuk menanggulangi pertumbuhan populasi di Indonesia. Program yang telah digalakkan BKBBN salah satunya adalah program Keluarga Berencana (KB), dengan slogan “Keluarga Berencana” BKKBN menerapkan programnya dengan menganjurkan keluarga untuk mempunyai anak maksimal 2 dan menganjurkan agar para ibu meminum pil KB.

Gambar 2. Logo BKKBN

Program yang mulai digalakkan pada tahun 1967 ini terbukti mampu menurunkan laju pertumbuhan populasi di Indonesia, dengan TFR (Total Fertitility Rate) atau angka kelahiran total yang berada di angka 5.6 anak per-wanita menjadi 2.6 anak per-wanita di tahun 2017. Dengan berjalannya program KB ini, Indonesia tetap bisa menjaga kestabilan pertumbuhan populasi di negaranya.

Sampai hari ini populasi di dunia sudah mencapai angka 7.594 miliar orang (data dari PBB per tahun 2018). Walaupun program KB telah digalakkan di berbagai negara di seluruh dunia, tetapi populasi dunia hari ini masih tergolong overpopulated atau kelebihan populasi. Dengan perayaan Hari Populasi Dunia ini, diharapkan masyarakat dunia semakin sadar akan pentingnya melaksanakan program keluarga berencana. Ayo Bekasinians, kita laksanakan program KB biar dunia gak makin kepenuhan!

 

Penulis : Irza Fauzan

Editor : Fauzy K. Sandi

Leave a Response

Irza Fauzan
Intern Content Writer buat Bekasi Keren, suka makan burger, burger, dan burger.