Sejarah

Hari Koperasi Indonesia, Memperbaiki Nasib Ekonomi Indonesia

98kali dibaca

“Bang, ayo yok ke koperasi RW aye mau beli sabun ama sampo nih.”

“Kenapa gak di minimarket aja sih mpok? Jauh ah ke koperasi RW mah.”

“Ih, lebih murah disitu abangg. Lagian ini mpok naroh modal disitu, kalo beli disitu terus nanti pas bagi-bagi SHU kan jadi lebih gede tuh bang”

“Ohhh, yaudah ayok naek sepeda dah biar sehat. Mpok abang boncengin ya biar mesra.”

“Ihh si abangg.”

Hai Bekasinians!

Hari ini koperasi Indonesia sudah tahun ke-73 nih, Bekasinians tau ga koperasi itu apa? Koperasi menurut Mohammad Hatta adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib kehidupan ekonomi berdasarkan asas tolong-menolong. Gerakan koperasi berawal di Inggris melalui Robert Owen—sekarang dijuluki Bapak Koperasi Dunia. Ia mencetuskan konsep koperasi—dalam Bahasa Inggris disebut cooperation—karena ia memiliki banyak usaha dan ingin para pekerja di usahanya mendapatkan kesejahteraan dan mengajak para pegawai untuk bekerja sama untuk membangun bisnis.

Gambar 1. Robert Owen, Pencetus nama koperasi

Sejarah koperasi di Indonesia sendiri dimulai di Purwokerto pada tahun 1896, seorang Pamong Praja bernama R.A Wiriaatmadja mendirikan bank dengan nama Hulp-En Spear Bank (Bank pertolongan dan simpanan). Bank ini bertujuan untuk menolong para pegawai negeri yang terlilit hutang oleh para lintah darat Belanda, tetapi usaha ini tidak bertahan lama karena tindakan politik pihak Belanda.

Di tahun 1908, Dr. Sutomo lewat organisasinya yaitu Budi Utomo mendirikan koperasi untuk membantu kehidupan anggotanya. Peranan Budi Utomo ini sangat penting karena sebagai salah satu organisasi pemuda pertama di Indonesia, terbentuknya koperasi di Budi Utomo semakin memacu perkumpulan lain untuk membuka koperasi di organisasinya masing-masing.

 

Gambar 2. Para anggota Budi Utomo

Mengantisipasi perkembangan koperasi yang sudah mulai memasyarakat, Pemerintah Hindia-Belanda mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43 Tahun 1915 yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia-Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21 Tahun 1933. Peraturan tahun 1933 itu hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, hukum itu mempermulus orang-orang Belanda untuk membangun koperasi di Indonesia.

Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi Kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Tetapi setelah kekalahan Jepang di Perang Dunia II, koperasi Kumiyai dibubarkan oleh pemerintah Jepang.

Ketika Indonesia mencapai kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, hal ini menghilangkan pengaruh Belanda mengenai hukum-hukum yang mengekang masyarakat Indonesia. Hal ini semakin memuluskan proses berkembangnya koperasi di Indonesia, puncaknya adalah diadakannya kongres koperasi pertama pada 12 Juli 1947. Kongres ini menghasilkan organisasi yang bernama Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya, hari ini kemudian dirayakan sebagai Hari Koperasi Indonesia.

Gambar 3. Logo Koperasi Indonesia

Pada dasarnya, gerakan dilandasi oleh muaknya masyarakat akan sistem usaha kapitalis, yang lambat laun menghisap dan merusak usaha-usaha kecil yang ada. Untuk mengakalinya, perlu dilakukan sebuah inovasi untuk mengembalikan nyawa dari usaha-usaha kecil ini. Dengan adanya koperasi, para pelaku usaha kecil dapat berkumpul dan menanam modal bersama-sama agar dapat tumbuh dan berkembang dengan asas kekeluargaan. Yuk dari sekarang kite mulai rajin menabung dan ikut menanam modal di koperasi!

Penulis: Irza Fauzan

Editor: Fauzy K Sandi

 

Leave a Response

Irza Fauzan
Intern Content Writer buat Bekasi Keren, suka makan burger, burger, dan burger.