SejarahTri AdhiantoWisata

Bekasinians, Yuk Warnai Harimu dengan Mampir ke Jembatan Pelangi Engkong Siroj!

284kali dibaca

Halo Bekasinians!

Mejikuhibiniu. Bekasinians seneng gak sih kalau ada pelangi setelah datangnya hujan?. Nah, kalau kamu seneng dengan adanya pelangi yang cantik di atas langit, kayaknya kamu bakalan suka juga nih sama tempat yang akan Minbek ulas. Yap, kali ini Minbek akan cerita mengenai Jembatan Pelangi Engkong Siroj.

Gambar 1. Jembatan Pelangi Engkong Siroj

Terletak di Kampung Bojongsari, Jatiasih; Jembatan Pelangi Engkong Siroj kalau kami cari di google maps yang keluar adalah Jembatan Gantung Pelangi Sirojul, jadi sebenarnya sama aja ya Bekasinians. Jembatan ini memiliki warna-warni yang memberikan keindahan bagi setiap mata yang memandangnya. Ditambah dengan suasana asri dari rindangnya pepohonan yang ada di sekitarnya, memberikan sensasi berbeda dengan hiruk pikuk padatnya Kota Bekasi.

Setiap tempat punya sejarah dong pastinya, begitu juga dengan Jembatan Gantung Pelangi Sirojul ini. Dibangun pada tahun 1990-an, dulunya jembatan ini bernama Jembatan Bambu yang kemudian berubah nama lagi menjadi Jembatan Gantung Baja, hal ini dikarenakan banjir besar yang pernah terjadi sehingga menghancurkan Jembatan Bambu tersebut. Jembatan ini menjadi perbatasan sekaligus penghubung dari Kota Bekasi dan Bogor, tapi karena wujudnya yang kurang menarik dan kurang terawat, Jembatan Gantung Baja jelas tidak menarik minat masyarakat untuk menyebranginya.

Gambar 2. Jembatan Pelangi Engkong Siroj yang merupakan perbatasan Bekasi – Bogor

Nah, akhirnya keluarga dari engkong Sirojuddin Bin Noang—nama dari tokoh masyarakat sekaligus pendiri Pondok Pesantren Sirojul Munir—yang menetap di dekat Jembatan Bambu itu merasa kalau perlu ada perubahan untuk jembatan yang terkesan mengerikan tersebut. Munculah ide untuk merenovasi  jembatan dengan memoles jembatan dengan cat warna-warni. Ide tersebut terlintas juga karena tepat di atas jembatan sering terlihat pelangi setelah hujan datang.

Dari situlah awal mula adanya Jembatan Pelang Engkong Siroj yang saat ini sudah terlihat cantik dan menarik minat masyarakat untuk mengunjunginya. Jembatan yang dahulunya tidak diminati, kini telah berubah menjadi spot yang potensial untuk dijadikan objek wisata. Oiya, perihal nama Siroj yang dipilih untuk menjadi nama jembatan tersebut, dikarenan jembatan tersebut terletak di jalan Sirojul Munir sekaligus dekat pesantren Sirojul Munir.

Gambar 3. Mas Tri Adhianto bersama Keluarga Engkong Siroj

Jembatan Pelangi Engkong Siroj yang sudah berdiri sejak Maret 2020 ini akhirnya mulai ramai dikunjungi wisatawan karena keunikannya, kapan lagi kan ada jembatan warna-warni yang jadi perbatasan antar kota dan kabupaten ini. Pasti pada penasaran sama harga tiket masuknya yaaa? Tenang aja, gak ada patokan harga untuk berkunjung ke Jembatan Pelangi ini, tapi pengurus menyediakan kotak uang agar kamu bisa menyisihkan sebagian uangmu untuk biaya perawatan jembatan.

Gambar 4. Dilengkapi dengan spot foto yang bikin tempat ini Instagrammable banget

Jembatan Pelangi Engkong Siroj juga dilengkapi dengan beberapa spot foto di kanan dan kiri jembatan untuk kamu yang suka foto ala-ala. Merchandise berupa kaos dan stiker juga bisa kamu beli untuk menjadi oleh-oleh. Jangan lupa untuk mencicipi Jahe Geprek yang dijual dengan harga Rp 5.000 yang berkhasiat untuk menghangatkan badan, berhubung cuaca di sekitar Jembatan Pelangi cukup dingin.

Gambar 5. Warung di dekat jembatan yang menyediakan berbagai makanan dan minuman, termasuk Jahe Geprek

Gak hanya itu aja, pengurus juga merencanakan untuk membangun flying fox antar kabupaten (asik banget kan naik flying fox bentar udah nyampe bogor hehe), akan ada juga rumah makanan khas yang menyediakan makanan khas Bekasi loh; pokoknya gak perlu khawatir kelaperan setelah kamu puas berfoto di Jembatan Pelangi Engkong Siroj.

Sekian dulu ya ceritanya tentang Jembatan Pelangi Engkong Siroj. Gimana, kamu jadi tertarik kesana gak Bekasinians? Kalau iya, ajak orang-orang terdekat kamu juga buat ngunjungin ya! Dukung objek wisata di Kota Bekasi.

Sampai jumpa di post berikutnya ya Bekasinians!

Penulis: Irza Fauzan

Editor: Nilam Baiduri

Leave a Response

Irza Fauzan
Intern Content Writer buat Bekasi Keren, suka makan burger, burger, dan burger.