Informasi

Milenial & Gen Z, Simak Cara Kelola Keuanganmu dengan Tepat!

89kali dibaca

Hai Bekasinians!

Milenial oh milenial, banyak maunya, sedikit duitnya (jiah!). Dewasa ini, dimana para Milenial dan Generasi Z sudah memiliki pekerjaan tetap, akhirnya mereka dapat memenuhi kebutuhan, keinginan dan mimpi-mimpi mereka dengan gaji yang telah didapatkan. Memang asyik kan dapat gaji tetap di tiap bulannya, sebut aja Rp 5.000.000, abis dapetin duit segitu terus kamu kalap—semua barang yang kamu mau dibeli mulai dari tas keren di distro, kaos hype, lipstik buat pacar, sampe makan all you can eat di restoran terkemuka di Jakarta—keuanganmu langsung berantakan tercerai-berai.

Gimana kalau Minbek kasih tau kamu cara yang oke biar keuanganmu terkontrol, hilangkan stigma kalau Milenial tidak bisa mengontrol keuangan. Ini dia tips mengelola keuangan yang ditulis khusus untuk Milenial dan Generasi Z, special for you deh pokoknya.

  1. Gunakan rasio 50:30:20

Saran Minbek, kamu perlu mengelola keuangan kamu dengan rasio 50:30:20. Apa itu rasio 50:30:20? Rumus ekonomi yang dipopulerkan oleh Senator Elizabeth Warren dari Amerika Serikat ini adalah angka pembagian pengeluaran gaji biar kamu bisa mengelola keuangan dengan baik. Gimana tuh pembagiannya Min? Kita pakai patokan gaji UMR Kota Bekasi yang berjumlah 4,5 Juta Rupiah, ini dia pembagiannya:

  • 50% dari gaji itu kamu gunakan untuk kebutuhan sehari-hari kamu seperti bayar tagihan, sewa tempat tinggal, dan biaya makan sehari-hari.
  • 30%-nya digunakan untuk hiburan kamu atau barang-barang yang emang kamu pengen banget beli tuh dari bulan lalu.
  • 20% sisanya digunakan untuk tabungan dan dana darurat. Karena gaada yang tahu kan masa depan gimana, jadi kamu harus selalu siap dengan hal-hal tidak terduga yang terjadi di kemudian hari.

 

  1. Selalu cari cara, gimana kamu bisa memotong pengeluaranmu

Bulan ini buat belanja habis 500 ribu, bulan depan 600 ribu, bulan depannya lagi 750 ribu, kalau siklus belanja kamu begini berarti kamu belum bisa mengelola keuangan dengan baik. Harusnya, kamu mulai mencari cara untuk memotong pengeluaran kebutuhanmu agar potongan-potongan tersebut bisa dioper ke tabungan kamu. Misalnya dengan membeli kebutuhan sehari-hari di toserba yang terkenal akan diskon besar-besarannya, jadi pengeluaran kamu bisa lebih sedikit.

 

  1. Jangan kompulsif ketika belanja di online shop

Dengan banyaknya diskon yang bergelimangan di setiap toko di aplikasi online shop, diskon besar-besaran untuk barang-barang yang kamu sering lihat di aplikasinya, dan berbagai tawaran gratis ongkir dengan minimal pembelian yang ditentukan pihak online shop, kamu akan semakin tergiur untuk belanja, belanja, dan belanja.

Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit, pepatah ini memang klise tapi di kasus ini memang ada benarnya. Kamu sudah menentukan berapa akan mengeluarkan uang untuk kesenangan dan hiburan kamu, tapi karena keinginan kompulsif kamu untuk terus menerus belanja, pengeluaran kamu jadi tak terkontrol lagi.

Oke, sekarang Minbek anjurkan buat kamu stop window shopping di aplikasi online shop itu. Sadari bahwa barang-barang yang dari kemarin kamu beli itu sesungguhnya gak ada gunanya, korset pelangsing yang kamu beli dengan diskon 80%? Sekarang cuma jadi penghuni tetap di gudangmu, piano elektrik yang kamu beli dengan harga super murah? Sekarang cuma jadi tempat barang-barang nggak penting yang juga kamu beli di online shop. Jadi, stop beli-beli barang karena kamu pengen—beli karena kamu memang ingin dan BUTUH.

 

  1. Kalau kamu punya usaha, uang usaha dan pribadi harus dipisah

Punya usaha, pengasilan gede, kamu tergiur buat pakai karena ada barang yang ingin kamu beli. Karena perencanaan finansial yang tidak matang akhirnya uang usahamu malah jadi terpakai sampai ludes, kamu nangis deh gara-gara perencanaan finansial kamu yang jelek. Usaha buat membangun bisnis adalah niat yang sangat bagus, alangkah baiknya kalau diiringi dengan perencanaan yang masak-masak untuk uang bisnismu. Hal ini bisa dimulai dengan membuat 2 akun rekening, yang pertama untuk pribadi dan yang kedua untuk bisnis. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah untuk mengontrol keuanganmu.

 

  1. Investasi ke dirimu sendiri

 

Hah? Maksudnya apaan tuh Min? Begini-begini Warren Buffet – investor ternama asal Amerika– memiliki pandangan soal gimana caranya kamu kelola keuangan. Investasi yang terbaik yang dapat dilakukan adalah gak hanya berkutat pada investasi uang.

“Sejauh ini, investasi terbaik yang dapat kamu lakukan adalah pada diri sendiri,” ujarnya.

Kamu paham nggak apa yang dimaksud oleh Warren Buffet? Jadi menurut beliau, investasi tidak hanya berbentuk aset yang kamu punya, saham yang kamu miliki, atau bisnis yang sedang kamu rintis, tapi diri kamu sendiri—kamu tempat investasinya. Jadi gini, kamu dapat meningkatkan keterampilan-keterampilanmu untuk meningkatkan kelebihanmu. Contohya mengasah keterampilan komunikasi, dengan memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni kamu akan dapat berinteraksi dengan orang-orang penting yang ingin kamu libatkan dalam proyek bisnismu atau ketika kamu melamar di tempat kerja yang kamu inginkan.

Itu dia tips-tips buat pengelolaan keuangan kamu ya! Kalau 5 poin ini dijalankan mudah-mudahan kamu bisa menjaga pengeluaran-pengeluaranmu dan menjadi pengelola keuangan yang lebih baik Bek.

Sampai jumpa di post berikutnya Bekasinians!

Penulis : Irza Fauzan

Editor : Fauzy K. Sandi

Leave a Response

Irza Fauzan
Intern Content Writer buat Bekasi Keren, suka makan burger, burger, dan burger.