info bekasiInformasi

Bekasi, Si Kota Satelit

150kali dibaca

Hai Bekasinians!

Planet, planet, planet, bener-bener emang orang-orang ya, Bekasi dikatain planet terus sampe Minbek kesel 🤬. Katanya Bekasi panas (ini bener sih), semrawut, jalannya jelek, hingga kota miskin. Kecuali bagian panas, ini mereka ngomong dibarengi ama fakta ga sih? Apa perlu Minbek tumpahkan semua fakta biar yang ngatain terus jadi dokem? (Bahasa slang dari diam).

Gambar 1. Bekasi menurut masyarakat Indonesia lainnya

“Ayo Minbek, keluarkan fakta-fakta mantap biar yang ngatain mulu pada diem!” Seorang Bekasinians yang cantik tiba-tiba teriak kenceng.

Baiklah akan Minbek jelaskan sesuai dengan fakta yang ada, ini akan menjadi sebuah pernyataan bahwa Kota Bekasi adalah: Kota Satelit Metropolitan!

Kota Bekasi yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Bekasi mulai menjadi kota administratif pada tahun 1982, ketika itu Bekasi memiliki 4 kecamatan, 19 kelurahan dan 8 desa. Baru pada 10 Maret 1997, Bekasi dikukuhkan sebagai Kota karena perkembangannya yang pesat.

Saat ini Kota Bekasi memiliki 2,45 juta jiwa (Sumber: Data BPS tahun 2019) yang menjadikannya salah satu kota terpadat di Indonesia. Bekasi memiliki luas 210,49 Kmdengan 90% daerahnya dijadikan perumahan, 4%-nya dijadikan kawasan industry, 3%-nya untuk perdagangan dan pusat perbelanjaan, dan 3% sisanya untuk lain-lain (Sumber: Data BPS untuk Kota Bekasi).

Gambar 2. Keramaian Kota Bekasi saat CFD

Di tahun 2019, Kota Bekasi mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,41% dimana angka tersebut termasuk diatas rata-rata dibanding dengan kota lain (Sumber: BPS); Gak heran kan kenapa developer raksasa nasional macam PT Summarecon Agung Tbk, Sinarmas Land Group, dan pengembang pelat merah PT PP Properti Tbk mau membangun berbagai macam properti dan pusat perbelanjaan di Kota Bekasi. Yang lebih fantastis lagi adalah di tahun 2019, Kota Bekasi mencatkan angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp 98,21 triliun, padahal di tahun 2015 Bekasi Cuma mencatatkan PDRB sebesar Rp 70,76 Triliun—keren gak tuh hah?

Nah abis selesai menyajikan data secara ekonomi, Minbek mau kasih tau kenapa Bekasi disebut kota satelit. Kota Satelit sendiri memiliki memiliki definisi yaitu daerah penunjang bagi kota-kota besar di sekitarnya dan merupakan ‘jembatan’ masuk/akses untuk menuju ke kota besar. Selain itu, kota satelit juga berfungsi sebagai produsen dan pemasok barang-barang untuk kota besar, karena semakin besar suatu kota akan semakin turun juga gairah untuk memproduksi barang; makanya di Bekasi banyak pabrik-pabrik kan.

Gambar 3. Pabrik industri di Kota Bekasi

Menurut data dari BPS DKI di tahun 2015, ada sekitar 1,3 juta warga dari Bodetabek yang menaiki komuter di Kota Jakarta. Bekasi yang merupakan bagian dari Bodetabek merupakan salah satu kota penyumbang pekerja ke Kota Jakarta, pekerja-pekerja yang mencari mata pencaharian di Jakarta itu menjadikan Kota Bekasi sebagai tempat tinggal utama.

Tapi, dengan semakin berkembangnya Kota Bekasi dalam bidang ekonomi dan infrastruktur, bukan sebuah mimpi kalau Bekasi bukan hanya jadi kota satelit melainkan kota besar. Dengan begitu, pembagian urbanisasi bisa menjadi rata jika kota satelit di sekitar Kota Jakarta juga sudah mulai kuat dalam berbagai aspek positif.

Fiuh, tuh narasi keren dari minbek tentang Kota Bekasi dan perannya sebagai kota satelit. Enak aja dikata-katain planet mulu, kalau nggak ada Kota Bekasi belom tentu loh ekonomi kota kamu bisa memiliki performa yang baik—Bekasi Keren deh pokoknya😎.

Sampai jumpa di post berikutnya ya Bekasinians!

Penulis: Irza Fauzan

Editor: Nilam Baiduri

Leave a Response

Irza Fauzan
Intern Content Writer buat Bekasi Keren, suka makan burger, burger, dan burger.