InformasiSejarah

Idul Adha, Pesta Daging, dan Hakikat Berkurban

73kali dibaca

Halo Bekasinians!

Gimana tadi solat Idnya? Sesuai protokol kesehatan kan? Sekarang kamu pulang dengan khidmat sama keluarga kamu kerumah. Biasanya apa yang kamu lakuin? Makan opor? Makan gule? Atau bakar-bakar sate? Asik ya kalau udah Idul Adha, bisa bagi-bagi daging yang kita sembelih ke orang lain dan makan-makan di hari yang suci.

Gambar 1. Yum! Pasti enak banget kan makan opor pas lebaran 😋

Nah, di masa pandemi seperti ini pasti ada perbedaan dong yah dibandingkan bulan lainnya. Mungkin kamu biasanya pulang kerumah kakek nenek atau enyak babeh buat temu kangen dan bakar-bakar bersama. Tapi kali ini kamu harus mengurungkan niat kamu karena adanya pandemi, sedih juga ya.

Walaupun tidak bertemu dengan sanak famili dan keluarga dekat yang jauh di mata tapi dekat di hati, idul adha masa gak bakar-bakar yah 😄. Siapin bakaran, arang, dagingnya, kipas, dan kekuatan kamu buat ngipas pastinya, WUUSHHH! Kamu ngibas-ngibasin kipas kamu dengan penuh nafsu, jangan lupa dibumbuin ya dagingnya biar makin mantap—pesta daging pas hari Idul Adha emang seru!

Berkurban itu wajib loh bagi orang-orang yang mampu, dalam Hadits Abu Hurairah menyatakan Rasullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berkurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami,”(HR. Ibnu Majah 3123, Al Hakim 7672 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani).

Gambar 2. Apa sih hakikat kurban?

Terus hakikat kurban sendiri tuh apa sih? Untuk membahas hal tersebut Bekasinians perlu tahu kisah Nabi Ibrahim dan Ismail yang merupakam manifestasi rasa ikhlas seorang hamba kepada Tuhan-Nya. Lewat sebuah mimpi, Nabi Ibrahim harus melaksankan ujian yang berat. Ujian yang harus dia lalui adalah: Menyembelih anaknya sendiri.

Sikap ikhlas Nabi Ibrahim beserta keluarganya menjadi bukti ketaatan luar biasa terhadap Allah SWT. Barangkali, jika Ismail bukan anak yang mempunyai ketaatan besar, sudah pasti ia akan menolak. Namun, ketaatan mereka memang patut kita jadikan sebagai pelajaran. Melihat keikhlasan Nabi Ibrahim dan keluarganya dalam menjalankan perintah-Nya, Allah dengan segala kemurahan hatinya lalu menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba.

Gambar 3. Indahnya berbagi di hari yang suci ini

Dari kisah di atas, kita dapat mengerti hakikat berkurban yaitu tentang ujian keimanan dan keikhlasan seseorang untuk mengorbankan sesuatu yang sangat berharga. Sebagai manusia biasa, terkadang kita masih terlalu sulit mengikhlaskan hal berharga yang kita miliki. Cara pandang kita pun masih terjebak dalam realitas semu, seringkali salah mengartikan tentang hakikat pengurbanan.

Dengan sapi, kambing, atau domba yang sudah kamu kurbankan tadi pagi, kamu sudah mengorbankan sesuatu yang berharga buat kamu yaitu harta kamu. Selain itu dengan daging hasil kurban kamu, kamu bisa membantu orang lain yang lebih membutuhkan daripada kamu Bek. Hari yang mulia ya, membantu orang lain dan bisa pesta daging hehe 😁 dan akan selalu terngiang di kepala bagaimana tahun ini suasana Idul Adha agak berbeda karena lagi pandemi—patut diingat tapi semoga semua pulih di waktu yang akan datang.

Penulis: Irza Fauzan

 

 

Leave a Response

Irza Fauzan
Intern Content Writer buat Bekasi Keren, suka makan burger, burger, dan burger.