info bekasiInformasiSejarah

K.H. Ahmad Dahlan, dari Berdirinya Muhammadiyah, Hingga Perkembangannya di Bekasi

44kali dibaca

Hai Bekasinians!

1 Agustus ini, salah satu tokoh bangsa Indonesia lahir ke bumi. Ia kemudian tumbuh besar menjadi seorang yang berpengaruh di perjalanan Islam di Indonesia dan mendirikan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah.

Gambar 1. K.H. Ahmad Dahlan

K.H. Ahmad Dahlan lahir di daerah bernama Kauman, Yogyakarta pada tanggal 1 Agustus 1868. Pria yang lahir dengan nama kecil Muhammad Darwis ini adalah putra keempat dari tujuh bersaudara dengan ayah bernama K.H. Abu Bakar. Ibu beliau bernama Siti Aminah yang merupakan putri dari H. Ibrahim yang pada masa itu menjabat sebagai penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Beliau adalah generasi ke-12 dari salah seorang walisongo yang terkemuka dalam mendakwahkan Islam di daerah Gresik yang bernama Maulana Malik Ibrahim.

Sejak kecil, K.H Ahmad Dahlan memang sangat antusias untuk berdakwah. Ia menunaikan haji ketika beliau masih berusia 15 tahun dan menetap di kota Mekah selama 5 tahun. Selama di Mekah, beliau memperdalam ilmu agama dan juga berinteraksi dengan Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha, dan Ibnu Taimiyah yang memiliki pemikiran-pemikiran modern dalam Islam.

Gambar 2. Sebelum mengubah nama menjadi K.H. Ahmad Dahlan, Darwis menimba ilmu di Mekah

Pada tahun 1888 beliau kembali ke kampung halaman dan mengubah nama beliau menjadi Ahmad Dahlan. Beliau kembali lagi ke Mekkah dan menetap selama dua tahun di sana pada tahun 1903. Selama dua tahun di Mekkah, beliau sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga merupakan guru dari K.H. Hasyim Asyari, pendiri NU.

Sekembalinya beliau dari Mekkah pada tanggal 18 November 1912, beliau mendirikan Muhammadiyah di kampung halamannya, Kauman, Yogyakarta. Baru pada tahun 1921 Muhammadiyah diberi izin oleh pemerintah untuk mendirikan cabangnya di daerah lain. Selain mendirikan Muhammadiyah, beliau juga berjasa mendirikan berbagai usaha yang bergerak di bidang pelayanan masyarakat.

Di Bekasi sendiri, Muhammadiyah mulai didirikan di tahun 1928 oleh Bpk. H. Raden Sulaeman Bengkulu  dan saat itu berstatus Ranting dari Cabang Muhammadiyah Jatinegara, mulai tahun 1960-an barulah terstruktur berstatus Pimpinan Cabang dan menginduk ke Wilayah Jakarta sampai tahun 1974. Sejak tahun 1967, Muhammadiyah di Bekasi memiliki kantor di Jl. Ki Mangunsarkoro 45 Bekasi 17112  dan menempati tanah Hak Milik seluas 7.945 m2.

Dalam Keputusan Musda Muhammadiyah pada tahun 2010 selain memilih Ketua dan Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi periode 2010-2015 diputuskan juga : Organisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi sejak periode 2010-2015 dan selanjutnya secara struktural resmi menginduk di bawah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat.

Itu dia sejarah dari K.H. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah Bekasinians! Kalo ada konten yang pengen Minbek bahas di web, kamu tulis aja di DM ke akun ig kita di @kotabekasikeren atau komentar di kolom komentar dibawah!

Sampai jumpa di post berikutnya!

Penulis: Irza Fauzan

Editor: Nilam Baiduri

 

 

 

 

 

Leave a Response

Irza Fauzan
Intern Content Writer buat Bekasi Keren, suka makan burger, burger, dan burger.