Sejarah

Hari Asean: Peran Indonesia Sebagai Pelopornya

106kali dibaca

Halo Bekasinians!

Tepat tanggal 8 Agustus ini, bersama dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia akan merayakan Hari Ulang Tahun ASEAN yang memasuki tahun ke-53.

Setelah Perang Dunia II berakhir, negara-negara di Asia Tenggara menyatakan keinginan untuk bersatu dan bekerja sama. Pada 31 Juli 1961, Malaysia, Filipina dan Thailand bertemu di Bangkok dan menyepakati Deklarasi Association of Southes Asia (ASA). Dalam perkembangannya, organisasi ini lebih dikenal sebagai wadah kerja sama sub-regional karena keterbatasan jumlah anggota.

Lalu Indonesia bersama 5 negara lainnya, yaitu Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand merintis Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Perbara) atau yang lebih sering kita dengar dengan ASEAN (Association of South East Asian Nations) yang ditandai dengan dirumuskannya Deklarasi Bangkok pada 8 Agustus 1967. Deklarasi ini resmi dianggap menjadi dokumen pendiri ASEAN yang dilandasi prinsip-prinsip perdamaian dan kerjasama yang didedikasikan untuk ASEAN.

Gambar 1. KTT ASEAN Pertama

ASEAN mengambil peluang baru untuk menjangkau melampaui ideologi ke negara-negara Indocina untuk membangun Asia Tenggara yang diperluas, damai, dan stabil. Pada Februari 1976, para pemimpin ASEAN berkumpul untuk pertama kalinya di Bali, Indonesia. Mereka menandatangani Treaty of Amity and Cooperation (TAC) yang meletakkan prinsip-prinsip koeksistensi dan penyelesaian perselisihan secara damai, memberikan landasan bagi perdamaian dan stabilitas regional yang masih relevan hingga saat ini.

Organisasi ini menjadi payung untuk menyatukan bangsa-bangsa di Asia Tenggara yang memiliki kebudayaan yang berbeda. ASEAN memiliki tujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, kebudayaan, perdamaian, dan stabilitas, serta menjadi wadah untuk memberikan kesempatan bagi setiap negara untuk membahas perdamaian.

Setelah merdeka dari Inggris, Brunei Darussalam bergabung pada tanggal pada tahun 1984, disusul oleh Vietnam yang bergabung sebagai anggota ketujuh ASEAN pada tahun 1995.

Pada tahun 1997, tepat ulang tahun ASEAN yang ke-30, Laos dan Myanmar mengakui keanggotaanya. Tahun 1999, Kamboja resmi menjadi anggota kesepuluh ASEAN.

Tujuan pendirian ASEAN

Gambar 2. Bendera anggota Negara ASEAN

ASEAN sendiri didirikan atas tujuan:

  1. Mempercepat pertumbuhan, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
  2. Memelihara perdamaian dan stabilitas dengan menjunjung tinggi hukum dan hubungan antara negara-negara di Asia Tenggara.
  3. Meningkatkan kerja sama yang aktif dan saling membantu dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi serta administrasi.
  4. Saling memberikan bantuan dalam bidang fasilitas latihan dan penelitian pada bidang pendidikan, kejuruan, teknik, dan administrasi.

Itu dia Bekasinians sejarah bagaimana ASEAN bisa terbentuk dan menjadi organisasi yang menyatukan negara-negara di Asia Tenggara sehingga kerjasama antar negara bisa terjalin. Kita tentu boleh berbangga, karena Indonesia merupakan salah satu negara pelopor berdirinya ASEAN.

Penulis: Irza Fauzan

Editor: Nilam Baiduri

Leave a Response

Irza Fauzan
Intern Content Writer buat Bekasi Keren, suka makan burger, burger, dan burger.