info bekasiSejarah

Penemuan Situs Sejarah di Bekasi, Apakah Merupakan Bekas Markas Jepang?

186kali dibaca

Halo Bekasinians!

Kota Bekasi beberapa hari ini lagi geger soal penemuan situs sejarah yang ditemukan di bawah tanah daerah Stasiun Kota Bekasi saat pengerjaan proyek pembangunan Double-Double Track (DDT) 😲. Penemuannya sih berupa struktur batu bata yang lengkung berbentuk lorong, mirip dengan bangunan-bangunan tempo dulu. Hmmm banyak yang berspekulasi tentang penemuan tersebut, ada yang bilang kalau itu adalah bekas bangker tentara Belanda-Jepang, ada juga yang menganggap bahwa bangunan tersebut hanyalah saluran drainase.

Gambar 1. Ilustrasi gorong-gorong

Setelah adanya laporan tersebut, langsung deh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atau yang lebih akrab disapa Bang Pepen meninjau langsung ke lokasi penemuan (11/08). Bang Pepen juga menjelaskan bahwa dulu di dekat area stasuin tepatnya di tepi Kali Bekasi adalah markas tentara Jepang yang dijadikan tempat pembantaian pada zamannya.

Analisa lain dikatakan oleh Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Ali Anwar mengatakan kecil kemungkinan jika dua situs berupa terowongan di bawah tanah tersebut adalah bekas markas tentara Jepang. Lokasi pembantaian tentara Jepang terletak di tepi Kali Bekasi, bukan di stasiunnya.

Gambar 2. Penemuan situs cagar budaya di Stasiun Bekasi

Faktanya!

Ali menceritakan pembantaian tentara Jepang terjadi ketika ada kereta dari Stasiun Jatinegara membawa 90 anggota Kaigun (Angkatan Laut Jepang) saat hendak melintas di Stasiun Bekasi. Saat itu kereta yang mengarah ke lapangan terbang Kali Jati di Subang, hendak memulangkan tentara Kaigun ke negara asal.

Alih-alih membiarkan kereta itu melintas, Wakil Komandan Tentara Keamanan Rakyat (kini TNI) Bekasi malah memerintahkan kepala Stasiun untuk mengalihkan jalur perlintasan kereta. Peristiwa mencekam yang terjadi pada 19 Oktober 1945 itu terus dikenang hingga saat ini. Sebelum terjadinya pembantaian, ada aksi provokasi yang dilakukan oleh Kaigun Jepang.

Gambar 3. Pasukan Kaigun

Jangan tanya deh gimana suasananya. Meski Minbek belum lahir pada saat itu, tapi kebayang deh suasananya pasti sangat mencekam. Minbek ceritain dikit nih ya, dulu saat Letnan Dua Zakaria dan  pengawalnya menanyakan ke tentara Jepang terkait surat izin dari Pemerintah Republik Indonesia, disitulah tiba-tiba ada seorang prajurit Jepang melepaskan tembakan dari arah salah satu gerbong tersebut. Dari tembakan itulah, menjadi awal tanda agar para pejuang dan rakyat Bekasi menyerbu tentara Jepang.

Massa pun akhirnya menguasai kereta tersebut dan mulai membantai tentara Jepang, satu per satu serdadu itu disembelih dan mayatnya dihanyutkan ke dalam sungai. Nah, dari situlah Ali Anwar menyebutkan kalau ada dugaan kuat dua situs tersebut merupakan bekas gorong-gorong atau saluran Drainase. Kalau diperhatiin dari stasiun Bekasi ke Jalan Juanda, ada parit atau selokan yang cukup lebar. Dari masing-masing parit tersebut diperkirakan memiliki lebar dan kedalaman dua meter persegi. Parit tersebut mengarah ke wilayah sebelum kantor Palang Merah Indonesia (PMI).

Nah menurut Bekasinians, penemuan tersebut dulunya sebagai apa yaaa??? Jawab di kolom komen biar bisa kita analisa bersma yaa. Okee sekian cerita sejarah dari Minbek, semoga bisa jadi pengetahuan baru buat kamu ya Beks.

Minbek cabut dulu ya, dadahh 😉

Penulis: Irza Fauzan

Editor: Nilam Baiduri

Leave a Response

Irza Fauzan
Intern Content Writer buat Bekasi Keren, suka makan burger, burger, dan burger.