Sejarah

Menilik Sejarah Hari Santri Nasional

124kali dibaca

suasana di kota santri, asik senangkan hati~”

Hai Bekasinians!

Kalau nyanyi lagu di atas rasa-rasanya bikin kita bisa dibawa menghayal ada di kota santri yang begitu tentram. Di dalamnya penuh dengan gadis-gadis berjilbab dan pria berkopiah yang hilir mudir bergegas pergi ke masjid untuk mengaji.

Secara umum santri merupakan sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren, biasanya mereka menetap di tempat tersebut hingga pendidikan dan pengabdiannya selesai.

Kian hari makin banyak orang yang menjadi seorang santri. Tapi tahukah kamu kalau di Indonesia memiliki hari khusus Santri? Setiap Tanggal 22 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Santri Nasional setiap tahunnya. Kira-kira kenapa ya?

Jadi pada tahun 2015 melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, ditetapkan bahwa tanggal 22 Oktober secara resmi diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Tanggal ini dipilih karena merujuk pada pristiwa bersejarah yang dilakukan oleh pahlawan nasional KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

KH. Hasyim Asy’ari | Sumber : Alif.id

Sejarah Hari Santri Nasional

Alkisah di saat Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, tak lama waktu berselang tentara Inggris datang bertujuan untuk mengambil alih tanah jajahan Jepang karena Inggris merasa berhak atas segala kekuasaan Jepang setelah mereka menjadi pemenang pada perang dunia II.

Mengetahui hal tersebut, KH. Hasyim Asy’ari yang merupakan seorang kiyai dengan jabatan Rais Akbar Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) bergerak mendeklarasikan resolusi jihad yang isinya mewajibkan seluruh umat Islam untuk berperang (jihad) melawan penjajahan.

Dari seruan tersebut pun akhirnya menyulutkan semangat patriotisme rakyat Indonesia khususnya para santri. Dari sana perlawanan sengit dalam pertempuran di Surabaya bermula. Dalam pergolakan tersebut banyak santri dan massa aktif dari pemuda Surabaya yang turut terlibat.

Seorang pemimpin sekutu Brigadir Jendral Aulbertin Walter Sothern Mallaby atau lebih di kenal sebagai Jendral Mallaby tewas terbunuh yang membuat sekutu sempat ketar-ketir dan memberikan perlawanan balasan dengan mengerahkan tentara bersama senjata-senjata yang mereka miliki. Pertempuran ini pula yang memicu peristiwa heroik 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai hari pahlawan.

Ilustrasi Perjuangan di Surabaya

Dari peristiwa ini dapat dipahami bahwa tidak hanya sekedar paham ilmu agama, santri Indonesia juga memiliki komitmen keseimbangan antara nilai keislaman dengan nilai kebangsaan. Hal ini dapat dilihat dari besarnya peran dan kontribusi para kiyai, santri dan pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Banyaknya sosok mahasantri yang memiliki riwayat perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, Raden Hadji Oemar Said Tjokrominoto, dan yang paling fenomenal di Bekasi adalah KH Noer Ali yang merupakan pejuang revolusi dari Bekasi.

Kesimpulannya, Hari santri merupakan sebuah pemaknaan sejarah yang orisinal dan otenitik yang tidak terpisah dari episteme bangsa. Di balik kemerdekaan Indonesia, terdapat loyalitas para santri yang turut memiliki peran sebagai bagian fundamental bangsa. Tanpa menitik beratkan pada satu kelompok, santri pun memiliki peran penting bagi Indonesia.

Selamat Hari Santri, Semoga Iman dan Taqwa yang Kita punya membawa manfaat untuk diri dan lingkungan ☺️

Penulis : Nia Aulia Kurniati

Editor : Nilam Baiduri

Leave a Response